Erupsi Sinabung capai 10 kilometer

  • 20 November 2013
sinabung
Masa tanggap darurat diperpanjang hingga 24 November mendatang.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 10 kilometer, pada Selasa (19/11) malam, mencatat rekor erupsi tertinggi tahun ini.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara, Asren Nasution, erupsi tersebut juga menimbulkan suara gemuruh hingga 15 kilometer.

"Saat ini aktivitas Sinabung tidak bisa diprediksi, karena ketika kita anggap diam muncul erupsi, seperti yang terjadi tadi malam," katanya melalui telepon kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska, Rabu (20/11) siang.

Ini menurutnya merupakan muntahan debu dan suara yang paling hebat selama erupsi Sinabung terjadi tahun ini.

"Namun, warga tampak tidak panik, sudah cukup pengalaman sehingga bisa mengamankan diri mereka masing-masing. Aparat juga sangat siaga. Kota Brastagi aman terkendali," sambungnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana kembali menaikan status Gunung Sinabung menjadi Siaga III pada 3 November kemarin, dengan demikian warga di area dengan radius tiga kilometer dari lokasi harus mengungsi.

Kebutuhan terpenuhi

Arsen mengatakan hingga saat ini jumlah pengungsi berkisar 6.200 orang atau 1.990 kepala keluarga yang tersebar di 15 titik pengungsian.

Pengungsi ini berasal dari beberapa desa seperti Sukameriah, Simacem, Mardinding, Bekerah, Sukanalu Teran, dan Sigarang-garang.

"Logistik terpenuhi untuk tiga hari ke depan, kesehatan masyarakat terlayani sesuai kebutuhan," kata Arsen.

"Namun, karena semalam ada letusan permintaan masker meningkat. Kita sudah koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan Kabupaten Karo untuk pengadaan masker ini," sambungnya.

Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masa tanggap darurat diperpanjang hingga 24 November mendatang.

"Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi. Terjadi 10 kali gempa vulkanik dalam, 19 kali gempa hembusan, 4 kali gempa vulkanik dangkal, dan tremor menerus. Potensi erupsi masih tinggi. Masyarakat dihimbau untuk selalu siaga," katanya dalam keterangan resmi dalam situs BNPB.

Berita terkait