Pengungsi Sinabung naik dua kali lipat

  • 25 November 2013
Sinabung, Karo
Image caption Dalam letusan tahun 2010, Gunung Sinabung sempat memaksa 34 ribu warga mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara memperkirakan jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung akan bertambah lebih dari dua kali lipat setelah diumumkan perubahan status bahaya kemarin (Minggu, 24/11).

Status Awas ditetapkan sejak gunung berapi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu terus memuntahkan awan panas yang telah mencapai radius 4 kilometer. Akibatnya lokasi evakuasi diperluas dari semula hanya tiga kilometer menjadi lima kilometer.

"Kita sebelumnya sudah mulai buat berbagai fasilitas tambahan untuk pengungsi di Pos Tiganderkep, dengan perubahan status ini pos tersebut harus kita tinggalkan," kata Asren Nasution, Ketua BPBD Sumatera Utara kepada Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Di pos yang terletak diluar radius tiga kilometer tersebut, menurut Asren sebelumnya sudah diungsikan sekitar enam ribu pengungsi.

"Sekarang kita harus ungsikan para pengungsi ini, ditambah juga harus membawa penduduk setempat yang tadinya di lokasi aman," tambahnya.

Ia memperkirakan jumlah seluruh pengungsi akan mencapai lebih dari 15 ribu jiwa karena tiap desa di radius 3-5 km akan menyumbang sekitar seribu pengungsi baru.

Tanpa korban

Sinabung pada hari Minggu, untuk pertama kalinya meletup 20 kali mengeluarkan abu dan awan panas. Pekan lalu letusan juga sudah berulang-ulang terjadi hingga gemuruhnya terdengar dalam radius 15 kilometer.

Sementara sejak Senin (25/11) pagi, letupan sudah tercatat terjadi enam kali sejak dini hari hingga pukul 08.30 WIB, tulis Kepala Humas BNPB Sutopo Purwonugroho dalam situs web resmi lembaga siaga bencana nasional itu.

"Diindikasikan dengan peningkatan intensitas letusan dan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm hingga mencapai jarak 4 km," demikian Sutopo.

Pemerintah Daerah Sumatera Utara dan Bupati Karo juga telah meneken surat perpanjangan status darurat Sinabung menjadi hingga 30 November.

"Kami mohon masyarakat memahami upaya evakuasi ini, karena targetnya adalah menciptakan status zero casualty," tambah Asren Nasution dari BPBD Sumut.

Ia mengakui di beberapa titik pengungsian warga akan menghadapi banyak kekurangan menyangkut sarana MCK dan makan-minum.

Menurutnya akibat peningkatan status Awas bahaya, petugas terpaksa membangun semua lokasi pengungsian baru yang harus dibangun dari awal sama sekali.

"Kami masih harus cari-cari lahan yang boleh kami gunakan, minta kesediaan warga masyarakat membantu.

"Jadi harus bikin dapur umum lagi, gali MCK lagi, semuanya mulai dari awal."

Gunung Sinabung sempat meletus pada Agustus tahun 2010 yang memaksa 34 ribu orang mengungsi.

Berita terkait