Anggota KPI bantah 'pelecehan' Komisi 1

Agatha Lily
Image caption Agatha Lily diapit anggota KPI lain dalam acara jumpa pers di Jakarta awal Desember.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agatha Lily membantah isi laporan Komisi Nasional Perempuan kepada Dewan Kehormatan DPR yang menyebut dugaan pelecehan saat Lily menjalani uji kelayakan sebelum menjadi anggota KPI.

Lily, 32, mengikuti proses fit and proper test dihadapan Komisi I DPR lima bulan lalu dalam proses yang disebutnya 'cukup menegangkan.'

"Ada 30 pertanyaan harus dijawab dalam panel bersama lima calon lain, waktunya cuma lima menit," katanya saat dihubungi Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Dalam keadaan seperti itu menurut Lily tak ada pertanyaan tak pantas yang diajukan anggota Komisi I terhadapnya.

"Pertanyaan tentang status apakah saya sudah menikah, terus nomor telepon, itu saya anggap ya mungkin sekedar upaya mencairkan ketegangan saja," tambahnya.

Komnas Perempuan rupanya berpendapat sebaliknya.

Pertanyaan dan pernyataan yang menyebut Lily "cantik" ditambah isu nomor telepon dan bahkan frekuensi pergi ke spa, dianggap tak layak diajukan dalam forum resmi menyaring seorang calon pejabat publik.

Komisi pun mengirim surat dan melaporkan empat anggota DPR penanya dalam acara tersebut. Tetapi saat melaporkan dugaan pelecehan ini pada Dewan Kehormatan DPR, menurut Lily, Komisi pembela hak perempuan itu tak mengajaknya berbicara lebih dulu.

"Makanya saya terkejut sekali, saya tidak merasa dilecehkan. Saya juga sampai saat ini belum diajak bicara oleh Komnas Perempuan," kata mantan staf ahli di KPI ini.

Dewan Kehormatan sebagaimana dikutip media di Jakarta mengatakan akan menindaklanjuti laporan ini dengan memanggil baik Komnas Perempuan maupun empat nama anggota DPR yang dilaporkan.

Berita terkait