Perencana bom kedutaan Burma diganjar 7,5 tahun

Densus
Image caption Ketiga terdakwa ditangkap pada bulan Mei lalu dan didakwa 8 tahun.

Seorang perencana pengeboman kedutaan Myanmar di Jakarta diganjar hukuman 7,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jaksa Susilo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengatakan Achmad Taufik merupakan salah satu dari tiga orang yang didakwa berupaya meledakkan bom di Kedutaan Besar Myamar di Jakarta sebagai langkah balas dendam terjadinya pembunuhan warga Muslim Rohingya.

Sedangkan vonis untuk dua terdakwa lain yaitu Sigit Indrajit dan Separiyano akan dilakukan dua minggu lagi, kata Susilo. Jaksa mengajukan tuntutan delapan tahun untuk ketiga terdakwa, yang ditangkap bulan Mei lalu.

Achmad Taufik merencanakan pemboman itu dengan membantu membuat bom pipa.

Polisi berhasil menggagalkan rencana itu satu hari sebelum tanggal yang ditentukan yaitu 3 Mei 2013.

Hakim yang memimpin sidang Suprapto mengatakan upaya Achmad Taufik "mengganggu perdamaian masyarakat dan bertentangan dengan upaya pemerintah memerangi terorisme."

Serangan terhadap kelompok minoritas Muslim di Burma terjadi sejak 2012, sebagian besar adalah warga Rohingnya yang tinggal di negara bagian Rakhine.

Ratusan orang tewas akibat bentrokan sektarian ini dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Berita terkait