Australia bantah tuduhan kekerasan terhadap pencari suaka

  • 9 Januari 2014
angkatan laut australia
Image caption Australia mengerahkan 800 personil militer di sepanjang perbatasan laut

Panglima Angkatan Pertahanan Australia, Jenderal David Hurley, menolak tuduhan bahwa Angkatan Laut Australia yang bertugas menjaga perbatasan melakukan kekerasan kepada pencari suaka.

"Dalam pandangan saya, personil Angkatan Laut kami, Angkatan Darat dan Angkatan Udara menjalankan tugas mereka secara manusiawi dan layak," kata Hurley, dalam keterangan tertulis kepada BBC Indonesia.

"Personil Angkatan Pertahanan yang bertugas mengawal Operasi RESOLUTE melakukan operasi di lingkungan yang tidak bisa ditebak dan sulit dibawah pengawasan ketat.

Bantahan itu disampaikan menyusul klaim seorang pencari suaka kepada kantor berita AFP yang mengaku kapal yang ia tumpangi dikembalikan ke Indonesia oleh Angkatan Laut Australia.

'Monyet dari Afrika'

Yousif Ibrahim dari Sudan mengatakan ia dan pencari suaka lainnya diborgol dan dihina. Dia mengatakan seorang pengungsi dipukul dengan sepatu setelah kapal mereka dicegat angkatan laut Australia dan setelah empat hari perjalanan tiba di Pulau Rote.

"Kami meminta air, tetapi mereka tidak mau memberikannya. Mereka menyebut kami dengan kata-kata yang tidak manusiawi, seperti pengungsi ilegal, monyet dari Afrika," kata dia kepada AFP, dan menambahkan dua anak yang sakit tidak mendapatkan pengobatan.

Menanggapi pernyataan Ibrahim, Jenderal Hurley mengatakan anak buahnya memiliki integritas dan profesionalisme tinggi.

Australia mengerahkan sekitar 800 personil di sepanjang perbatasan Australia dan kepentingan-kepentingan maritim negara itu melalui Operasi RESOLUTE.

Ia memastikan semua operasi konsisten dengan hukum Australia mau pun hukum internasional.

Berita terkait