Banjir Manado: Warga mulai membersihkan rumah

  • 20 Januari 2014
banjir manado
Sembilan belas orang tewas dalam banjir di Sulawesi Utara

Sepekan pasca banjir yang melanda Manado, warga hari Senin (20/01) mulai membersihkan rumah mereka yang diselimuti lumpur tebal.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan warga dibantu oleh 1.000 orang personil TNI membersihkan lumpur di rumah mereka.

Badan amal Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang ikut membantu korban dalam keterangan tertulis mengatakan saat ini hampir setiap sudut kota Manado dipenuhi sampah yang dibawa banjir.

Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, hari ini mengunjungi Manado dan mengatakan PMI akan memberikan bantuan Rp1 miliar untuk pengadaan air bersih dan sanitasi.

Banjir di Sulawesi Utara selain terjadi di kota Manado juga di Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Sitaro.

Pengiriman bantuan terhambat

Hingga hari ini, korban meninggal dunia mencapai 19 orang yang tersebar di Manado, Tomohon dan Minahasa.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebanyak 27 orang warga dirawat di rumah sakit dan 706 orang lainnya dirawat jalan.

Sebanyak 15 ribu orang masih tinggal di pengungsian karena rumah mereka rusak berat.

Pengiriman bantuan sempat terhambat karena pesawat Hercules mengalami gangguan pada hari Minggu dan tertahan di Balikpapan.

Bantuan berupa logistik dan alat untuk membersihkan lumpur, alas tidur, paket kesehatan, pakaian serta air bersih.

Kerugian akan banjir Manado diperkirakan mencapai Rp 1,87 triliun meliputi kerusakan rumah, kerusakan fasilitas umum, pertanian dan perkantoran.

Berita terkait