Macet belasan kilometer di jalur Pantura

Banjir Hak atas foto Gaib Maruto
Image caption Bekasi, Subang, dan Purwakarta terkena banjir parah di Jawa Barat akibat hujan sejak akhir pekan lalu.

Banjir di Subang dan sekitarnya di jalur Pantai Utara Jawa mengakibatkan antrian kendaraan sepanjang belasan kilometer yang tak kunjung terurai.

Titik utama kemacetan menurut kepolisian setempat adalah jalur lintas atas (flyover) di Pamanukan, yang hanya dapat dilalui pada satu jalurnya saja akibat rendaman air di lintasan lain setinggi sekitar 1,5m.

"Ini sudah tiga hari ya, jadi macetnya memang sudah panjang sekali," kata Bripka Umar Isnen yang bertugas di Polsek Sukanagara, sekitar 5km dari flyover Pamanukan.

"Dari Indramayu-Pamaukan-Cikampek, belum banyak bergerak ini karena masing-masing daerah juga masih banjir," tambah Umar kepada wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri.

Curah hujan sudah sedikit berkurang di lokasi namun akibat turun terus-menerus dalam tiga hari terakhir genangan masih tinggi di beberapa lokasi.

Warga, menurut Umar, mengungsi ke desa-desa yang lebih tinggi serta memanfaatkan masjid dan sekolah untuk berlindung.

Listrik padam

Subang, Indramayu dan Cirebon adalah sebagian dari sedikitnya tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat yang dilanda banjir parah tahun ini.

Laporan dari Polda Jabar menyebut Subang adalah salah satu lokasi terparah dimana 12 kecamatan terendam bencana banjir.

Sedikitnya 15 ribu rumah di kecamatan Pagaden, Binong, Tambakdahan, Compreng, Pusakajaya, Pusakanagara, Pamanukan, Legon Kulon, Blanakan, Ciasem, Pabuaran, Patokbeusi terkena banjir.

Banjir di kabupaten ini juga menjadi bencana bagi warga yang melintas karena kebetulan berada di jalur Pantura.

Lokasi lain yang juga parah akibat banjir adalah Indramayu, Karawang dan Bekasi.

Perusahaan Listrik Negara yang melayani sebagian sambungan di Jawa Barat menyatakan terpaksa memadamkan hampir 500 gardu listrik di wilayah ini sejak akhir pekan untuk menghindari bahaya sengatan listrik di tengah banjir.

Akibatnya diperkirakan 80 ribu rumah di Jabar saat ini hidup tanpa aliran listrik.

BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih akan turun di Indonesia hingga Februari mendatang.

Berita terkait