Buronan BLBI Adrian Kiki diekstradisi

  • 23 Januari 2014
Kejakgung
Image caption Kejakgung berupaya mengekstradisi Adrian Kiki sejak 2008 lalu.

Terpidana kasus korupsi BLBI Adrian Kiki diekstradisi dari Australia ke Indonesia setelah melalui proses peradilan sejak enam tahun lalu.

Mantan Direktur Utama Direktur Utama PT Bank Surya ini tiba di Kantor Kejaksaan Agung pada Rabu (22/01) malam dengan kawalan interpol.

Dalam situs Kejaksaan Agung, proses ekstradisi dilakukan oleh tim yang beranggotakan sembilan orang dari Kemenko Polhukam, Kejaksaan Agung, Interpol, Kemenhukham dan Kemenlu.

Adrian ditahan di LP Cipinang untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2002 lalu.

Majelis hakim PN Jakarta Pusat memutuskan Adrian Kiki Ariawan yang merupakan Direktur Bank Surya dan Wakil Direktur Bank Surya Bambang Sutrisno dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Hakim memutuskan keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam penyimpangan dana BLBI senilai Rp1,5 trilliun dengan mengucurkan kredit ke lebih dari 160 perusahaan yang kemudian diketahui fiktif.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menvonisnya dengan in absentia atau tanpa dihadiri yang bersangkutan. Ketika persidangan masih berlangsung pemilik PT Bank Surya itu melarikan diri ke Australia sementara Bambang Sutrisno melarikan diri ke Singapura.

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, terbukti Bambang Sutrisno bersama-sama Kiki mengucurkan dana BLBI kepada grup perusahaan yang ternyata 103 perusahaan itu fiktif sehingga mengakibatkan kerugian negara.

Adrian ditangkap di Kota Perth, Australia Barat, 28 November 2008 lalu, dan sejak itu pemerintah Indonesia melakukan upaya untuk mengekstradisi Adrian Kiki melalui proses peradilan di Australia.

Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian ekstradisi pada 22 April 1992.

Berita terkait