Jakarta bersiap terima 'banjir kiriman' Bogor

Banjir Jakarta
Image caption Jumlah pengungsi mencapai 7.000 orang saat puncak banjir di kampung Melayu.

Petugas penyelamat dan aparat pemerintah Jakarta menyiagakan warga menghadapi ancaman banjir besar akibat masuknya gelombang air dari Bogor yang diperkirakan sampai kawasan Pintu Air Manggarai pada pukul 14.00 pada Kamis (30/01).

Banjir besar diramalkan kembali menggenangi setidaknya beberapa kelurahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang terletak bersisian dengan Sungai Ciliwung.

"Sekarang sih air sudah masuk rumah warga, tapi perkiraannya 'kan nanti cukup besar sampai jalan raya," kata Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketentraman Ketertiban Kelurahan Kampung Melayu, Suparyo.

"Kita sedang menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian untuk warga, sekarang juga sudah mulai banyak yang datang mengungsi," tambahnya.

Kelurahan Kampung Melayu termasuk titik endemik banjir terparah di Jakarta, hampir 100 dari 112 wilayah Rukun tetangganya digenangi banjir dalam kondisi genangan tinggi.

Dalam beberapa kali banjir sepanjang bulan ini, genangan tinggi bisa merendam delapan lingkungan Rukun Warga (RW) antara tiga hingga empat meter.

"Jumlah pengungsi pada puncak banjir juga bisa mencapai tujuh ribuan jiwa, karena itu kita harus siapkan banyak tenda."

Hujan tiba-tiba

Peringatan bahaya banjir muncul dari penjaga Pintu Air Bendung Katulampa, Bogor semalam yang menetapkan status Siaga I karena tingginya debit air.

Sejak pagi tadi status diturunkan menjadi Siaga III, kata Kepala Penjaga Katulampa, Andi Sudirman.

"Mudah-mudahan dampaknya kalau banjir sekali pun tidak besar karena di Jakarta sendiri tidak hujan, sementara Depok dan Bogor baru hujan sedikit," kata Sudirman.

Image caption Warga diminta bersiap menghadapi kemungkinan banjir setinggi 3-4 meter.

Sampai sore hari ini nanti menurut Andi cuaca di Puncak Bogor masih tetap mendung diselingi hujan dengan tingkat ringan hingga sedang sehingga diharapkan debit air menuju Depok dan Jakarta tak akan terlalu besar.

"Tetapi bisa saja dalam masa pancaroba ini hujan yang mulanya cuma gerimis tiba-tiba berubah lebat dan merata.

Hak atas foto AP
Image caption Sebagian sekolah meliburkan kegiatan belajar-mengajar akibat genangan air tinggi.

"Ini yang paling bahaya, sudah sering terjadi dari pengalaman tahun kemarin, cuaca yang berubah sangat cepat," tambahnya.

Fenomena banjir di Jakarta dan sekitarnya memburuk dengan cepat tahun ini, yang menurut pakar iklim terjadi karena pola cuaca ekstrem.

Banjir terjadi berkali-kali dengan durasi waktu makin lama dan merata di berbagai provinsi dari Jawa Tengah, Timur, Barat hingga Jakarta. Sementara di luar Jawa banjir parah menggenangi Sulawesi Utara, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Berita terkait