Program bantuan Sinabung diluncurkan

  • 5 Februari 2014
sinabung Hak atas foto Getty
Image caption Pemerintah akan merelokasi tiga desa dalam radius tiga kilometer ddari puncak.

Pemerintah mulai menggarap sejumlah program bantuan untuk pengungsi Gunung Sinabung agar aktivitas warga kembali normal walau status wilayah masih tanggap darurat.

Beberapa bantuan, seperti alat pertanian dan penyaluran kredit, dimunculkan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan empat arahan untuk menanggulangi bencana Sinabung.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menilai program pemulihan -yang lazimnya diturunkan setelah bencana- harus mulai dilakukan walau aktivitas Sinabung saat ini masih tinggi.

Pasalnya, erupsi sudah berlangsung empat hingga lima bulan sehingga kehidupan pengungsi sudah sangat terganggu.

"Program pasca bencana terpaksa harus overlap dengan tanggap darurat dan tidak bisa dipisahkan, ini berbeda dengan Merapi, karena Merapi erupsi sebulan selesai langsung bisa mulai program pasca bencana. [Sinabung] sudah lima bulan," kata Sekretaris Utama BNPB Fathul Hadi.

Johnson -seorang warga yang sudah mengungsi selama empat bulan- mengaku saat ini kebingungan karena ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga tetapi tidak ada yang bisa dikerjakan setelah lahan mereka tidak bisa lagi digarap.

"Memikirkan masa depan saja sudah suram kami rasa. Apa yang bisa kami kerjakan? Kami ini petani cuma tahu menanam," kata pria berusia 50 tahun ini.

Sebanyak 16 orang tewas dan satu orang luka akibat terjangan awan panas pada 1 Februari lalu .

Pemerintah juga tengah melakukan upaya untuk merelokasi lebih dari 1.000 keluarga dari tiga desa di radius tiga kilometer dari puncak dengan dana relokasi mencapai Rp67 miliar.

Letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara, menurut para vulkanolog tidaklah terlalu besar tetapi situasi menjadi genting karena penduduk tinggal terlalu dekat dengan puncak.

Berita terkait