Bandara Adi Sutjipto Yogya belum dibuka pasca letusan Gunung Kelud

Hak atas foto AP
Image caption Sebuah pesawat di bandara Adi Sutjipto Yogyakarta tertutupi debu vulkanik, Jumat (14/02).

Bandar udara Adi Sutjipto Yogyakarta masih menutup aktivitas penerbangan, karena proses pembersihan landasan dari debu masih berlangsung, demikian keterangan otoritas terkait.

"Belum dibuka, karena saat ini sedang dilakukan pembersihan debu dari landasan," kata General Manager PT Angkasa Pura di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Andi Gunawan Wirson, Sabtu (15/02) siang, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.

Pihaknya menargetkan, proses pembersihan landasan dari debu vulkanik akibat letusan gunung Kelud akan selesai pada Selasa (18/02).

Dia mengatakan, ketebalan debu di landasan berkisar antara 3-4cm. "Untuk membersihkannya, kita mengerahkan sekitar 1500 orang, yang dibantu aparat TNI dan polisi," katanya.

Bandara Juanda

Sementara, sampai pukul 10.00 WIB, bandar udara Juanda di Surabaya belum membuka aktivitas penerbangan.

"Sementara belum dibuka," kata General Manager PT Angkasa Pura di Bandara Juanda, Trikora, saat dihubungi BBC Indonesia melalui telepon pada pukul 10.40 WIB.

Menurutnya, pihaknya akan memberikan keterangan resmi pada pukul 11.00 WIB tentang alasan penutupan serta kapan persisnya akan mulai dibuka.

Sebelumnya sejumlah bandar udara utama di Jawa, seperti Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bandung, Malang, menutup aktivitas penerbangannya akibat landasannya tertutupi debu vulkanik akibat letusan gunung Kelud.

Berita terkait