Bandara di Yogya dan Solo masih ditutup

Bandara Adi Sucipto Hak atas foto GETTY IMAGES
Image caption Pembersihan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta masih dilakukan.

Kementrian Perhubungan menyatakan dua bandara yang terkena dampak letusan Gunung Kelud masih ditutup karena proses pembersihan abu vulkanik belum selesai.

Juru bicara Kementrian Perhubungan Bambang Ervan mengatakan dua bandara yang belum dibuka adalah Adi Sucipto Yogyakarta dan Adi Sumarmo Solo karena pembersihan abu vulkanik baru mencapai sekitar 40-50%.

"Masih dilakukan pembersihan, nanti sore akan diputuskan apakah bandara di Solo akan jadi dibuka pada esok hari," jelas Bambang Ervan kepada wartawan BBC, Sri Lestari.

"Dua bandara (Adi Sucipto dan Adi Sumarmo) merupakan yang paling terkena dampak dari letusan Gunung Kelud dibandingkan dengan yang lain," tambah dia.

Menurut rencana Bandara Adi Sumarmo akan dibuka kembali pada Senin (18/02) pagi, sedangkan Bandara Adi Sucipto mulai kembali melayani penerbangan pada Selasa (19/02) mendatang.

Menurut Bambang, selain pembersihan fisik bandara, badan pesawat juga perlu dibersihkan dengan baik untuk mencegah gangguan pada pesawat.

"Dampaknya ada dua karena abu vulkanik mengandung silika, jika ada abu di bagian turbin bisa menimbulkan konslet, kedua di badan pesawat ada alat sensor yang peka dan tak boleh tertutup karena memberikan informasi ketinggian dan kondisi cuaca," jelas Bambang.

Lima dari tujuh bandara yang tertutup abu vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Kelud sudah dibuka mulai Sabtu (15/02), yaitu Bandara Abdurahman Saleh Malang Jawa Timur, Ahmad Yani Semarang, Tunggul Wulung Cilacap, dan b andara Juanda Surabaya.

Sementara, Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung yang kembali beraktivitas Minggu (16/02) pagi.

Berita terkait