AS puji Indonesia dalam konflik Laut Cina

Image caption John Kerry (kiri) dan Marty Natalegawa dalam konfrensi pers di Kemenlu, Senin (17/02)

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap konflik Laut Cina yang memanas sekaligus memuji upaya Indonesia dalam mendorong upaya tercapainya kesepakatan damai.

"Kami percaya hukum internasional berlaku pada semua negara, baik negara besar ataupun negara kecil. Kita hidup dengan hukum laut internasional, dan tiap negara diharuskan untuk mentaati aturan itu," katanya dalam acara konferensi pers bersama Menlu Marty Natalegawa di Jakarta.

Dia mengatakan stabilitas di regional Asia akan sangat bergantung dengan upaya penyusunan tata perilaku (code of conduct) yang kini sedang disusun bersama oleh Cina dan ASEAN.

"Saya memuji komitmen Natalegawa di ASEAN dan kerja yang dia lakukan untuk mempromosikan perdamaian di wilayah regional."

"Semakin lama prosesnya berlarut-larut, niat baik akan hilang dan peluang salah perhitungan akan semakin besar sehingga memungkinkan konflik. Tidak ada pihak manapun yang menginginkan itu," jelas Kerry.

Dia berharap semua negara bisa mengikuti inisiatif Indonesia dan mempecepat penyusunan code of conduct.

Perkuat kerja sama

Marty Natalegawa mengatakan pembicaraan tentang tata perilaku yang hingga kini dilakukan berjalan baik dan produktif antara Cina dan ASEAN.

"Cina menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi sebagai bagian dari solusi untuk menyelesaikan masalah secara komperhensif," ujar Marty.

Dalam kunjungannya ke Jakarta, John Kerry mewakili pemerintah AS menandatangani dua kesepahaman(MoU) dengan pemerintah Indonesia terkait kerja sama Selatan-Selatan serta MoU memerangi perdagangan satwa ilegal dan meningkatkan konservasi alam.

Dua kesepakatan ini diteken dalam rangkaian kampanye Kerry tentang isu perubahan iklim yang menurutnya bukan hanya menjadi isu lingkungan saja, tetapi sudah menjadi isu penting ekonomi dunia.

AS - sebagai salah satu penghasil emisi terbesar - telah berkomitmen untuk mengurangi karbon dioksida, termasuk menurunkan emisi kendaraan dan meningkatkan efesiensi energi pada gedung-gedung bertingkat.

Berita terkait