Rumah hancur, pengungsi Kelud belum pulang

  • 21 Februari 2014
Seorang pengungsi tengah memperbaiki rumahnya yang rusak parah.

Sebagian pengungsi letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri dan Malang belum bisa kembali ke rumahnya, karena kondisi rumah rusak parah.

Rumah dalam kondisi rusak parah paling banyak di jumpai di kawasan yang terdampak paling parah akibat terjangan hujan batu, kerikil dan abu gunung Kelud.

Kamis (20/02) kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB menyatakan telah menurunkan status Gunung Kelud dari "awas" ke "siaga".

Perubahan status ini membuat masyarakat yang mengungsi di wilayah Kabupaten Kediri dan Malang diperbolehkan kembali ke rumahnya.

Kepala seksi pendayagunaan sistem informasi Kantor Dinas Komunikasi di Kediri, Farman, mengatakan, sampai Kamis malam, baru sekitar 6.000 orang pengungsi yang kembali ke rumahnya.

"Ada setengah-setengah yang mau, ada yang belum. Jadi menunggu rumahnya yang sedang diperbaiki," kata Farman kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (21/02), melalui telepon.

Menurutnya, sampai Kamis malam, ada sekitar 22.600 orang pengungsi yang bertahan di sejumlah lokasi pengungsian di kawasan Kabupaten Kediri.

Dana cair Rp 100milyar

Sementara rumah yang dalam kondisi rusak parah dan mendesak diperbaiki sekitar 19.000 rumah di sejumlah desa di Kabupaten Kediri, katanya.

"Sekarang dalam proses perbaikan yang melibatkan TNI," kata Farman.

Kebanyakan rumah yang rusak berat terdapat di wilayah yang terparah terkena dampak letusan Gunung Kelud.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, menyatakan, Gubernur Jawa Timur telah mencairkan dana sekitar Rp 100milyar untuk perbaikan sarana, dengan prioritas rumah, air bersih dan listrik.

Sebagian rumah pengungsi rusak parah, sehingga tidak dapat ditempati.

Salah-satu penduduk di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Elson Rizal, 37 tahun, kemarin kembali ke rumahnya yang rusak parah.

Menurutnya, hujan batu menyebabkan atap rumahnya ambruk dan berlubang, sehingga membuat hujan abu masuk ke plafon rumahnya hingga ketebalan 5cm.

"Nah kemudian (plafon) kena hujan, jatuh semua. Ambrol!" ungkap Elson, yang saat ditelpon mengatakan tengah memperbaiki rumahnya.

Butuh bantuan segera

Kecuali telah dibantu secukupnya oleh aparat TNI, menurutnya, pihaknya belum menerima bantuan dari otoritas terkait.

"Kita cari orang sendiri untuk perbaikan," katanya seraya menambahkan, dirinya sangat mengharapkan bantuan segera datang. "Apalagi sekarang hujan 'kan."

BNPB menyatakan, saat ini otoritas terkait tengah melakukan verifikasi hingga Sabtu mendatang secara berjenjang.

Mereka menyatakan, hari Minggu (23/02) nanti akan dikerahkan material untuk perbaikan kerusakan, dan dalam dua pekan diharapkan perbaikan fisik selesai semuanya.

Rumah milik seorang pengungsi terlihat rusak parah.

Gunung Kelud yang terletak di antara wilayah Kabupaten Kediri, Blitar dan Kabupaten Malang, meletus pada Kamis pekan lalu.

Puluhan ribu orang mengungsi dan hujan abu vulkaniknya menyebar sampai Jawa Barat dan menyebabkan penutupan sejumlah bandar udara di pulau Jawa.

Berita terkait