Pencari suaka klaim Australia ledakkan kapal

pencari suaka Hak atas foto AP
Image caption Kapal pencari suaka yang dihentikan di Tanjung Benoa, Bali, pada 2013

Dua puluh enam orang pencari suaka yang terdampar di Indonesia mengatakan aparat Australia meledakkan kapal mereka di dekat Pulau Christmas dan mengirim mereka kembali ke perairan Indonesia dengan sekoci, kata seorang pejabat Indonesia.

Dalam pernyataan yang dikutip AP, Badan SAR Nasional (Basarnas) mengatakan mereka menyelamatkan para pengungsi setelah armada Angkatan Laut menemukan sekoci yang terombang ambing di dekat pantai Agropeni di Kebumen, Jawa Tengah.

Para pengungsi yang berasal dari Pakistan, Bangladesh, Nepal dan Iran ditampung di kantor imigrasi setempat di dekat Cilacap, kata Imam Prawira, kepala penyidikan dan penindakan kantor imigrasi setempat.

Prawira mengatakan, menurut seorang pengungsi asal Pakistan, mereka sudah mendekati perbatasan laut Australia ketika aparat memindahkan mereka ke sekoci.

Sementara itu, kepolisian Kebumen mengatakan menangkap tiga awak kapal berkebangsaan Indonesia tetapi satu orang melarikan diri ketika diinterogasi.

'Tak bisa tenggelam'

Awak kapal tersebut mengaku baru menerima upah Rp10 juta dari total Rp30 juta yang dijanjikan para pencari suaka begitu mereka tiba di Australia, kata Warsidi dari Kepolisian Kebumen.

Para pencari suaka, menurut polisi, bertolak dari Jawa Barat menuju Pulau Christmas di Australia pada Rabu pekan lalu.

Tiga hari kemudian mereka tiba di perbatasan tapi kedatangan mereka terdeteksi kapal perang Australia yang kemudian meledakkan kapal mereka.

Australia membeli sekoci yang diklaim "tidak bisa tenggelam" untuk mencegah gelombang pencari suaka tapi pemerintah negara itu menolak mengkonfirmasi laporan bahwa sekoci digunakan untuk mengirim pengungsi ke Indonesia.

Polisi mengatakan sekoci itu dilengkapi dengan televisi, alat navigasi, baterai dan makanan.

Berita terkait