Jelang pileg, sosialisasi masih minim

  • 31 Maret 2014
Pemilu Image copyright AFP
Image caption Pengetahuan warga mengenai pileg masih kurang.

Sekitar 185 juta warga Indonesia terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu Indonesia 2014, namun masih ada warga yang belum mengetahui cara memilih.

Salah satunya adalah Sudi Ardiato, warga Bogor, Jawa Barat. Sudi merasa sosialisasi pemilu belum berjalan dengan baik.

"Karena memang tidak ada sosialisasi ke masyarakat di wilayah Pancawati. Spanduk dan baliho memang banyak, cuma sejauh ini belum ada informasi ataupun pihak yang datang dari KPU maupun petugas."

Sebaliknya, Aida, warga Palangkaraya merasa memiliki pemahaman yang baik mengenai pemilu 9 April mendatang.

Ia mengaku hanya belum pernah melihat bentuk surat suara, namun ia dapat membayangkannya.

"Sekarang kan gak ada gambar. Hanya nama. Jadi dari rumah kita sudah harus mengingat namanya."

Dana honorarium

Kebingungan mengenai cara memilih, juga diungkap warga Aceh, Basf.

"Tata caranya, mungkin seperti tahun-tahun lalu. Saya belum dipastikan tata caranya."

Menanggapi hal ini, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Komisi Independen Pemilihan Aceh, Junaedi mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi antara lain ke kampus dan sekolah menengah umum.

Namun ia mengakui ada kendala di lapangan.

"Keterbatasan anggaran. Secara umum memang banyak, tapi sebagian besar terserap untuk honorarium. Sementara dana untuk kegiatan sosialisasi masih sangat kurang."

Sementara itu, Senin siang (31/03) lembaga penelitian Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta memaparkan hasil survei selama tujuh hingga 17 Maret 2014.

Hasil survei CSIS menjelaskan PDI-P kemungkinan memperoleh suara tertinggi di pemilu mendatang karena adanya Jokowi sebagai capres.

Berita terkait