Simpatisan Partai Aceh ditembak, tiga tewas

bendera aceh Hak atas foto AFP
Image caption Salah-seorang korban penembakan di Bireun, Senin (31/03) yang terluka parah.

Sekelompok orang bersenjata menembak kendaraan simpatisan Partai Aceh di Bireuen, Aceh, Senin (31/03) malam, yang menewaskan tiga orang termasuk seorang bocah kecil.

Pada Senin (31/03) malam, kendaraan berlogo Partai Aceh yang ditumpangi sekitar 12 orang diberondong oleh dua orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata api laras panjang di Bireuen, persisnya di ruas jalan Banda Aceh-Medan.

Tiga orang penumpang yang merupakan satu keluarga tewas, yakni Juwaini (29), Azirawati (28) dan Khairul Akbar yang merupakan bocah berusia 1,5 tahun.

Kejadian kekerasan terbaru di Aceh merupakan bagian dari rentetan kekerasan di Aceh yang terjadi dalam tiga bulan terakhir.

Sebelumnya, setidaknya dua orang simpatisan dan pimpinan Partai Nasional Aceh, PNA, tewas ditembak oleh kelompok orang tidak dikenal.

PNA dan PA merupakan dua partai lokal di Aceh yang didirikan oleh bekas pimpinan dan anggota Gerakan Aceh Merdeka, GAM. Keduanya kini bersaing untuk memenangkan pemilu legislatif 2014.

Kepolisian Bireuen menyatakan, dua orang pelaku penembakan yang naik sepeda motor kemungkinan menggunakan senjata laras panjang AK-47.

Hal ini didasarkan temuan delapan selongsong peluru di lokasi kejadian, kata Kapolres Bireuen AKBP Muhammad Ali Khadafi.

"Kemungkinan besar senjata laras panjang AK-47, karena pelurunya biasanya digunakan untuk jenis AK," kata Kapolres Bireuen AKBP Muhammad Ali Khadafi kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Selasa (01/04) siang, melalui telepon.

Menurutnya, senjata laras panjang AK-47 sering digunakan oleh kelompok-kelompok di Aceh selama wilayah itu dilanda konflik sekian tahun silam.

"Hampir rata semua dulu di daerah konflik (Aceh) ini banyak menggunakan senjata jenis AK," kata Ali Khadafi.

Pihaknya kini telah mengirim selongsong peluru tersebut ke Laboratorium Polda Sumatera Utara di Medan untuk diperiksa lebih lanjut. "Untuk memastikan apakah AK-47 atau 56," tambahnya.

Persaingan politik?

Namun demikian, Polres Bireuen belum dapat memastikan apakah kasus penembakan tersebut terkait persaingan politik menjelang pemilu legislatif 8 April nanti.

Hak atas foto Getty
Image caption Partai Aceh menyatakan, kasus penembakan pada Senin malam merupakan teror terhadap partai mereka.

Khadafi mengatakan polisi sejauh ini masih memeriksa belasan saksi mata serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Sementara itu, Wakil juru bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman mengatakan, pihaknya mengutuk keras terhadap kasus penembakan yang menimpa kader Partai Aceh di Bireuen.

"Partai Aceh juga menuntut agar kepolisian untuk segera mengungkap siapa pelaku penembakan," kata Suadi saat dihubungi BBC Indonesia pada Selasa siang.

Dia menduga, kasus penembakan ini merupakan "teror dan hasutan yang disengaja" terhadap Partai Aceh.

"Karena Partai Aceh menjadi ikon penyelesaian regulasi Aceh dengan pemerintah pusat pasca penandantanganan perjanjian damai Helsinki," kata Adi.

Adi tidak menyebut pihak atau kelompok mana yang disebutnya melakukan teror terhadap partainya.

Meskipun demikian, dia meminta agar simpatisan atau anggota Partai Aceh tidak terprovokasi dan melakukan tindakan balas dendam setelah kasus penembakan yang menewaskan kader partai itu.

Berita terkait