TK JIS ilegal, Kemendiknas beri waktu

M. Nuh
Image caption Kemendiknas akan beri sanksi jika JIS dinyatakan bersalah.

Taman kanak-kanak Jakarta International School (JIS) belum memiliki izin beroperasi, ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Lydia Freyani Hawadi di Jakarta Rabu siang (16/04).

Oleh karenanya Kemendiknas memberi JIS satu minggu untuk melegalkan status TK yang mereka kelola.

Menanggapi hal tersebut pengacara keluarga korban Andi Asrun mengatakan dispensasi waktu tersebut tidak bisa diterima dan ia menuntut agar TK JIS ditutup dan uang orang tua siswa dikembalikan.

"Kita akan menuntut kerugian materiil dan nonmateriil dari sekolah ini," kata Andi.

Fakta ini terungkap setelah konferensi pers Kemendiknas dengan pihak JIS terkait kasus dugaan pelecehan seksual salah seorang siswa TK JIS.

Dalam konferensi pers dijelaskan Kemendiknas akan menerjunkan tim investigasi ke JIS agar kasus ini cepat selesai.

Kemungkinan sanksi

Terkait hal ini Kepala Sekolah JIS, Tim Carr, mengatakan akan bekerja sama dengan tim investigasi.

Dihubungi secara terpisah ibu korban menuturkan anaknya hingga kini masih mengalami gangguan psikis akibat kasus tersebut dan takut pergi ke sekolah.

Kasus ini ditangani oleh Polda Metro Jaya yang sudah menetapkan dua petugas kebersihan sebagai tersangka dan memeriksa satu orang petugas lainnya sebagai saksi.

Juru bicara Polda Metro, Rikwanto, mengatakan polisi masih mengumpulkan informasi dari para orang tua murid dan sekolah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain.

Sementara itu Menteri Pendidikan M. Nuh mengatakan sekolah harus memberi perlindungan dan rasa aman kepada peserta didik dan pendidik serta tenaga kependidikan.

Ia menambahkan tidak menutup kemungkinan memberikan sanksi apabila terbukti kejadian tersebut merupakan kelalaian pihak sekolah dengan sanksi terberat berupa pencabutan izin sekolah.

Berita terkait