Dephub: Virgin Australia tidak dibajak

Hak atas foto AP
Image caption Anggota TNI AU melakukan penjagaan di sekitar pesawat Virginia Australia.

Kementerian Perhubungan Indonesia menegaskan, pesawat Virgin Australia yang mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, tidak dibajak, melainkan ulah seorang Warga Australia yang diketahui mabuk dan membuat keributan di dekat ruangan pilot.

"Setelah (pesawat) mendarat dan ada petugas kita masuk ke pesawat, ternyata itu bukan pembajakan, tapi ulah orang mabuk," kata Kepala Humas Kementerian Perhubungan, JA Barata, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (25/04) sore.

Saat ini, otoritas terkait di Bali masih memeriksa pelaku keributan tersebut untuk memastikan motifnya melakukan keributan di dalam pesawat.

Sejumlah laporan menyebutkan, pelaku keributan di dalam pesawat diketahui bernama Matt Christopher, warga negara Australia, berusia 28 tahun.

Dia diketahui tidak menggunakan senjata tajam selama dalam perjalanan pesawat dari Brisbane, Australia, menuju Bali.

Pesan 'pembajakan'

Menurut Barata, otoritas terkait semula menerima laporan adanya pembajakan karena pintu kokpit digedor oleh seseorang, sehingga pilot memutuskan mengirim pesan adanya pembajakan sekitar pukul 14.00 WITA.

Hak atas foto AP
Image caption Otoritas keamanan memastikan Virginia Australia tidak dibajak.

"Itu sebagai antisipasi pihak pilot karena pintu kokpit digedor-gedor dan terjadi keributan di luar kokpit," kata Barata.

"Sehingga ketika pesawat itu mendarat sudah diberi SOP adanya pesawat pembajakan," katanya lagi.

Situs resmi Virgin Australia sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa keributan di dalam pesawat rute Brisbane-Bali bukanlah pembajakan.

"Seluruh penumpang yang berjumlah 137 orang dan 7 awak telah turun dari pesawat. Keamanan pesawat tidak pernah terancam," kata Virgin di situs web mereka.

Berita terkait