Status MERS masih waspada

  • 29 April 2014
Mers Hak atas foto AFP
Image caption Masyarakat dihimbau terus mengikuti perkembangan terkini seputar virus MERS.

Meski seorang warga negara Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi pada Minggu (27/04) akibat virus korona Middle East Respiratory Syndrome (MERS), namun tingkat kesiagaan terhadap virus tersebut masih waspada.

Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan menjelaskan WNI yang meninggal tersebut ialah seorang perempuan berusia 61 tahun yang sudah bermukim selama beberapa tahun di Arab Saudi. Perempuan itu juga mengidap penyakit ginjal.

Untuk mengantisipasi agar virus MERS tidak menyerang WNI, pihak Kementerian Kesehatan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, serta Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji.

"Dari kacamata nasional, semua kantor kesehatan pelabuhan nasional sudah dihubungi kembali. Begitu pula semua kepala dinas kesehatan provinsi dan rumah sakit rujukan flu burung karena rumah sakit rujukan flu burung yang akan dipakai untuk menanggapi peningkatan kejadian seperti ini," kata Tjandra kepada wartawan BBC Indonesia, Rizki Washarti.

Tjandra menambahkan, ada tujuh langkah pencegahan virus MERS yang dapat ditempuh, antara lain rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker ketika berada di antara kerumunan, serta segera hubungi dokter begitu memiliki keluhan batuk dan demam.

Langkah pencegahan

Sementara itu, Muharom Ahmad, Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji mengatakan bahwa setiap orang yang ingin pergi ke Arab Saudi wajib dipantau kesehatannya dan divaksinasi anti-Meningitis demi mencegah penularan virus MERS.

Masyarakat juga diimbau untuk melakukan vaksinasi anti-flu untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain itu, setiap individu yang baru tiba di bandar udara Indonesia dari Arab Saudi dan curiga terindikasi virus MERS harus melapor agar dapat diperiksa segera di bandara.

"Ada scanner di bandara. Pada saat turun dari pesawat, keluar dari pintu bandara sebelum ke imigrasi ada alat scanner yang dipasang oleh Kementerian Kesehatan untuk mendeteksi seseorang yang kemungkinan terjangkit," kata Ahmad.

Selama tahun 2014, tercatat sekitar 530.000 warga negara Indonesia pergi ke Arab Saudi guna menunaikan ibadah umroh.

Berita terkait