Australia 'tambah' penumpang di kapal pengungsi

Pencari suaka Hak atas foto AP
Image caption Australia menghentikan kebijakan menerima pencari suaka

Angkatan Laut Indonesia mengatakan adanya tambahan penumpang di kapal pencari suaka yang dikembalikan ke perairan Indonesia oleh Australia.

Sebanyak tiga penumpang ditambahkan ke dalam kapal pengungsi sebelum digiring kembali untuk memasuki perairan Indonesia.

Juru bicara TNI AL, Kolonel Laut Mahanan Simonangkir, menjelaskan keterangan tersebut berasal dari kru kapal pencari suaka.

“Kapal itu berangkat dari Bulukumba, tanggal 1 Mei kapal sudah tiba di perairan Australia, selanjutnya kapal menuju perairan Indonesia, kiita tidak tahu bagaimana kegiatannya di sana. Tetapi penjelasannya adalah diperiksa oleh kapal perang Australia dan kemudian diperintahkan kembali ke asalnya.

"Kemudian tanggal 4 Mei ada satu WNI dan dua orang Albania dinaikkan ke kapal tersebut oleh kapal Australia,” tambah Simonangkir kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.

Simonangkir menyebutkan kapal yang semula mengangkut 16 orang warga India, serta dua orang Nepal ini, ditemukan oleh TNI AL perairan NTT.

Ganggu hubungan

Di Bali, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan jika laporan ini dapat dikonfirmasi maka akan menjadi perkembangan yang sangat serius.

Dalam beberapa waktu belakangan, hubungan kedua negara memburuk sejak masalah penyadapan yang dilakukan Australia dan juga oleh kebijakan Australia untuk mengembalikan ke Indonesia semua pencarai suaka yang datang lewat laut.

Kemungkinan semakin memburuknya hubungan Australia-Indonesia, juga diungkapkan oleh pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Evi Fitriani.

“Karena kita merasa Australia melanggar kedaulatan kita, itu adalah prinsip dan dalam diplomasi ada prinsip untuk menghargai kedaulatan dan teritori. Itu yang harus dihormati, yang ada dalam Geneva Convention untuk diplomasi. Jadi tidak boleh ada intensi-intensi untuk melanggar, Kemenlu Indonesia tahu dan paling bereaksi,” jelas Evi.

Australia menerapkan kebijakan untuk menghentikan kedatangan para pencari suaka dengan dengan mengembalikan perahu mereka ke perairan Indonesia, sejak akhir tahun lalu.

Berita terkait