Presiden prihatin kekerasan anak meningkat

  • 8 Mei 2014
Anak-anak
Image caption KPAI menyebutkan kekerasan terhadap anak meningkat karena penegakan hukum lemah

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan kementerian yang terkait dengan masalah perlindungan anak melakukan segala upaya dan tindakan hukum yang memberikan rasa keadilan terhadap anak-anak korban kekerasan.

Juri bicara presiden, Julian Pasha, mengatakan tindakan hukum perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya peristiwa kekerasan terhadap anak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Prihatin dan geram adanya peristiwa yang terungkap, beliau menghendaki ada suatu retroactice justice yang lebih berkeadilan, yang memberikan hukuman setimpal kepada mereka yang bertanggung jawab dan juga perbaikan mental, termasuk perlindungan para korbannya , " kata Julian kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.

Menurut rencana, presiden akan menggelar rapat kabinet terbatas pada Kamis (08/05) siang untuk membahas kasus kekerasan terhadap anak-anak yang banyak terjadi akhir-akhir ini.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI menyebutkan, pada tahun 2014 ini saja terjadi lebih dari 400 kasus kekerasan terhadap anak.

Sekjen KPAI, Erlinda, mengatakan kasus kekerasan terhadap anak sudah memasuki 'fase' darurat, sehingga membutuhkan perhatian yang lebih dari pemerintah pusat agar tidak semakin meningkat.

"Ya kami berharap ada instruksi presiden dan aparat penegak hukum agar benar-benar memperhatikan masalah perlindungan anak," kata Erlinda kepada BBC Indonesia, Selasa (06/05) lalu.

Setelah kasus kekerasan seksual terhadap siswa TK sekolah internasional di Jakarta, muncul kasus pedofil di Sukabumi dengan jumlah korban 95 anak hingga Selasa (05/05) dan pelakunya satu orang.

Berita terkait