Indonesia tekankan perlunya restorasi di Thailand

thailand Hak atas foto Reuters
Image caption Jam malam diberlakukan dari 22.00 hingga 05.00 waktu setempat.

Pemerintah Indonesia berpendapat situasi politik di Thailand perlu dipulihkan segera setelah militer mengambil alih kekuasaan di ibu kota pada Kamis (22/05).

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengekspresikan keprihatinan yang mendalam terhadap situasi politik terkini di negara itu.

Indonesia menyerukan kepada "angkatan bersenjata Thailand dan elemen sipil terkait" untuk bekerja sama "memulihkan situasi politik di Thailand," kata Marty.

Dia mengatakan pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Myanmar - selaku Ketua ASEAN - untuk menentukan langkah yang dapat membantu pemulihan politik di Thailand secara kondusif.

"Perkembangan di Thailand perlu mendapat perhatian ASEAN," jelasnya dalam pernyataan yang diterima BBC Indonesia.

Suasana sepi

Hak atas foto AP
Image caption Marty mengatakan Indonesia terus mengikuti perkembangan politik Thailand dengan "penuh keprihatinan."

Wartawan BBC Alice Budisatrijo di Bangkok melaporkan ibu kota terlihat lebih sepi dari biasanya karena semua sekolah diliburkan pada 23 hingga 25 Mei.

"Tetapi kegiatan warga pada umumnya berjalan seperti biasa," ujarnya.

Pimpinan militer yang melakukan kudeta hari ini memanggil 114 orang termasuk mantan PM Yingluck Shinawatra untuk melapor, tambah wartawan kami.

Sementara itu KBRI di Bangkok menganjurkan semua warga negara Indonesia yang berada di sana untuk menjauhi tempat-tempat berkumpulnya massa, terutama di malam hari.

WNI juga dianjurkan untuk tidak menggunakan pakaian berwarna kuning, merah, dan hitam agar tidak dicurigai sebagai anggota dari kelompok tertentu.

"Tidak meningkalkan tempat tinggal atau penginapan jika tidak ada keperluan mendesak, terutama pada malam hari," KBRI dalam sebuah pernyataan.

Setelah kudeta, Thailand kini memberlakukan jam malam dari pukul 22.00 hingga 05.00 waktu setempat.

Berita terkait