Jelang debat kedua, format debat capres diubah

  • 11 Juni 2014
Debat Image copyright Getty
Image caption Pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK pada debat pertama Senin malam (09/06).

Komisi Pemilihan Umum menyatakan akan melakukan perubahan format debat calon presiden/wakil presiden untuk dua sesi terakhir.

Perubahan format dilakukan atas permintaan kedua calon presiden karena dianggap kurang memberi kesempatan kepada para capres untuk saling menimpali jawaban lawan debat.

Dalam debat hari Senin malam (09/06), salah satu pasangan capres bertanya dan langsung mendapatkan jawabanya dalam segmen yang sama sehingga sehingga sulit menimpali jawaban.

"Sesi empat itu kemudian dijadikan bagian yang diberi kesempatan kepada salah satu pasangan calon, bertanya kepada calon yang lain," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik di Jakarta Rabu sore (11/06).

Kemudian di sesi lima, kegiatan yang sama diulang tapi ditambah dengan pasangan calon yang bertanya, kemudian menimpali pertanyaan kembali dari respon pasangan calon yang lain dan kemudian pasangan itu juga mendapat kesempatan untuk mengklarifikasi."

Husni menegaskan perubahan sesi tanya jawab ini tidak menambah durasi debat yang akan berlangsung selama 90 menit.

Budaya Indonesia

Pengamat politik Muhammad Asfar dari Universitas Airlangga, mengatakan bila para capres bertanya dengan tajam, maka format ini akan membuat debat lebih dinamis.

Namun ia meragukannya.

"Indonesia itu kan, kultur itu, budaya untuk saling menghormati, untuk tidak saling mengungkap masa lalu dan sebagainya sangat kuat.

Padahal dalam konteks politik kan orang kalau mau terjun di politik, mau menjadi pemimpin sebuah negara kan, dia harus siap untuk dievaluasi track record baik sebagai pribadi maupun ketika dia menjabat di bidang publik.

Nah itu, dugaan saya tidak banyak berkembang dari masing-masing pasangan ini. Dan mereka kan sebenarnya pasangan-pasangan ini secara pribadi kan mempunyai hubungan personal yang cukup dekat," ungkap Muhammad Asfar.

Peran moderator

Oleh karenanya Muhammad Asfar berpendapat jalannya debat bergantung kepada moderator.

Bila moderator netral dan menanyakan pertanyaan tajam, maka debat akan berjalan lebih hidup. KPU menyelenggarakan lima sesi debat calon presiden/wakil presiden.

Debat kedua yang akan diselenggarakan hari Minggu mendatang mengusung tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.

Berita terkait