Kolom agama dianggap timbulkan diskriminasi

ktp
Image caption Kolom agama pada KTP diusulkan untuk dihapuskan.

Polemik mengenai penghapusan kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) menghangat di berbagai jejaring sosial beberapa hari terakhir.

Kontroversi itu mulai bergulir tatkala Direktur Megawati Institute, Siti Musdah Mulia, memunculkan wacana penghapusan kolom agama pada KTP dalam sebuah diskusi publik, Rabu (18/06) lalu.

Menanggapi wacana tersebut, Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrulloh, menilai kolom agama dalam KTP masih relevan.

”Pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, tidak pernah punya pemikiran untuk menghapus hal-hal yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Adanya kolom agama dalam KTP ‘kan tidak menjadi penghalang bagi kami untuk memberikan pelayanan. Selain itu, manfaatnya lebih besar,” kata Zudan.

Dia kemudian memberikan contoh kegunaan KTP ketika seseorang meninggal dunia.

“Dari mana kita tahu perlakuan agama yang tepat kepada jenazah? Apakah harus dikafani, atau diberi perlakuan sesuai dengan agama Kristen atau Katolik, Hindu, atau Buddha?”

Dianggap diskriminatif

Bagaimanapun aktivis LSM Setara Institute -yang membidangi masalah kebebasan beragama- Bonar Tigos Naipospos, mengatakan kolom agama dalam KTP sejauh ini menimbulkan perlakuan diskriminasi terhadap sejumlah warga Indonesia.

”Dampak adanya kolom agama pada KTP sejauh ini menimbulkan diskriminasi terhadap warga Indonesia, khususnya kepada para penganut aliran kepercayaan. Meskipun saat ini mereka diberikan hak untuk mengosongkan kolom agama pada KTP, mereka bisa dituding ateis, simpatisan komunis, dan dilecehkan,” kata Bonar.

Bonar menambahkan argumentasi bahwa kolom agama pada KTP memudahkan penanganan keagamaan terhadap jenazah dianggap sumir.

“Itu bisa ditanyakan ke orang-orang terdekatnya atau keluarganya.”

Polemik mengenai kolom agama KTP bukan kali ini saja terjadi.

Pada Desember 2013 lalu, Basuki Tjahaja Purnama yang kala itu masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta menilai pencantuman agama dalam KTP tidak terlalu penting dan tak memiliki manfaat bagi orang lain.

Berita terkait