Rismaharini mengakui reaksi keras di Dolly

Dolly
Image caption Sejumlah warga menentang penutupan kompleks perdagangan seks Dolly.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menyadari penutupan lokalisasi Dolly-Jarak akan mendapatkan reaksi yang keras.

Namun dia menegaskan mengatakan tujuan utamanya adalah melindungi anak-anak yang terkena dampak lokalisasi, yang berada di permukiman penduduk di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Surabaya.

"Saya amankan karena mereka bercampur dengan perumahan, kawasan lokalisasi yang bercampur dengan perumahan itu berbahaya untuk mereka. Saya sakit mendengar cerita kondisi anak-anak," ungkap Rismaharini, dalam keterangan pers Kamis (19/06) di Balaikota Surabaya.

Ditambahkannya bahwa anak-anak yang tinggal di permukiman di lokalisasi Dolly-Jarak menderita trauma.

Di gang Dolly, kediaman penduduk terletak di dekat ataupun di belakang rumah-rumah yang dijadikan tempat prostitusi.

Pada malam hari, para pekerja seks komersial, PSK, duduk di sofa di rumah-rumah bordil menanti pelanggan sementara di luar anak-anak usia sekolah tengah bermain.

Image caption Tri Rishmaharini menjelaskan penutupan akan berlangsung secara bertahap.

"Yang dibutuhkan adalah transformasi bersama. Apa iya, mau dibiarkan anak-anak kita seperti itu terus?," kata Rismaharini.

Penutupan bertahap

Pemerintah Kota Surabaya berjanji untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak di permukiman Dolly-Jarak yang terkena kegiatan perdagangan seks, lewat kerja sama dengan para ahli dari Jakarta.

Menurut Rismaharini, pendekatan yang dilakukan dalam menutup Dolly-Jarak akan dilakukan secara bertahap karena keberadaan lokalisasi sudah sejak tahun 1960-an.

Setelah penutupan, akan dilakukan seperti perubahan fisik, perbaikan kondisi sosial, dan pendampingan anak-anak yang secara menderita trauma psikologis

Juga akan dibangun sentra usaha kecil dan menengah, UKM, untuk memberdayakan ekonomi warga setelah penutupan lokalisasi lewat penyediaan dana sebesar Rp.16 milliar untuk tahun ini.

Sementara rumah-rumah penduduk yang selama ini dijadikan tempat prostitusi akan dibeli pemerintah kota dengan anggaran Rp. 20 milliar pada 2015.

Bagaimanapun sejumlah warga Dolly dan Jarak menentang penutupannya dan memblokade jalan sejak Rabu (18/06) hingga lima hari mendatang.

Berita terkait