Prabowo bantah dipecat dari ABRI

Hak atas foto AP
Image caption Prabowo Subianto saat memenuhi panggilan Dewan Kehormatan Perwira, 1998.

Tim sukses Prabowo-Hatta Rajasa menegaskan Prabowo Subianto tidak dipecat dari ABRI seperti direkomendasikan Dewan Kehormatan Perwira namun diberhentikan dengan hormat.

Sebelumnya, Kamis (19/06), mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI, Jenderal purnawirawan Wiranto mengatakan Prabowo diberhentikan sebagai Pangkostrad karena keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis saat menjabat Danjen Kopassus.

"Kenyataannya Bapak Prabowo tidak dipecat," kata anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta Radjasa, Marwah Daud Ibrahim, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 20 Juni siang.

Marwah kemudian menyebut isi Keputusan presiden 20 November 1998, yang menyatakan Presiden BJ Habibie memberhentikan dengan hormat Prabowo dari dinas keprajuritan ABRI dengan hak pensiun pasti.

"Itu resmi dinyatakan beliau diberhentikan dengan hormat," kata Marwah, sambil menunjukkan salinan kepres tersebut.

Tidak terlibat penculikan

Hak atas foto mugiyanto
Image caption Korban penculikan, diantaranya Mugiyanto dan Nezar Patria, saat jumpa pers di Kantor YLBHI, 1998.

Keterangan Marwah ini berbeda dengan keterangan Wiranto, yang kini menjadi pendukung capres Jokowi-Jusuf Kalla.

Versi Wiranto, Prabowo dipecat didasarkan rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira, DKP, yang menyatakan Prabowo terlibat kasus penculikan aktivis 1997-1998.

Ketika dipecat pada 20 november 1998, tambah Wiranto, Prabowo menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD dengan pangkat letnan jenderal.

Tetapi menurut Marwah Daud, belum ada bukti yang cukup untuk membuktikan keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan 1997-1998.

Marwah lantas menyebut surat Menteri Sekretaris Negara pada masa itu, Muladi, kepada Komnas HAM pada 13 September 1999 yang menyatakan tidak ada bukti kuat tentang dugaan keterlibatan Prabowo.

Berita terkait