Pemilih di luar negeri lebih 'antusias' jelang pemilihan presiden

KBRI Kuala Lumpur Hak atas foto KBRI Kuala Lumpur
Image caption Para petugas mengirim kertas suara dari KBRI Kuala Lumpur.

Para pemilih Indonesia di berbagai negara yang akan menggunakan hak suara dalam pemilihan presiden diperkirakan jauh lebih besar dibanding pemilihan legislatif.

Kenaikan partisipasi pemilih ini antara lain diperkirakan akan terjadi di Malaysia, seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Koordinator Fungsi Politik di KBRI Kuala Lumpur, Freddy Panggabean.

"Kita terus terang melihat bahwa pilpres ini memang ada perbedaan dalam hal daya tarik. Secara psikologis pun masyarakat pada waktu pileg lalu mereka berkata 'Pak kami nanti menunggu pilpres saja'. Nah sekarang kita sedang menunggu itu," katanya melalui sambungan telepon, Rabu, 2 Juli.

Jumlah daftar pemilih RI tetap di seluruh wilayah Malaysia mencapai lebih 1,1 juta, 420.000 di antaranya berada di bawah Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur.

Dalam pemilihan legislatif lalu, tingkat partisipasi warga negara Indonesia di Malaysia rendah meskipun disediakan berbagai tempat pemungutan suara (TPS).

Antusiasme warga dalam pemilihan presiden juga dirasakan di Hong Kong. Menurut Ketua Aliansi Migran Internasional Eni Lestari, para tenaga kerja Indonesia telah menyatakan tekad untuk menyalurkan suara baik lewat TPS maupun lewat pos.

"Saat ini kami melihat antusiasme mencoblos lumayan tinggi, mungkin karena ada profil baru yaitu Bapak Jokowi. Itu memberi nilai tambah di dalam antusiasme teman-teman migran," tutur Eni Lestari.

Kotak undi, pos dan TPS

"Jadi kami melihat semangat mereka untuk mencoblos apakah lewat surat nanti atau datang ke TPS jauh lebih tinggi dibanding caleg (pileg) kemarin," tambahnya.

"Ada harapan yang sangat besar dari teman-teman migran ini bahwa perubahan akan segera direalisasikan lewat figur baru tadi," tambah Eni Lestari kepada Rohmatin Bonasir.

Namun, lanjutnya, banyak tenaga kerja Indonesia di Hong Kong belum mendapat informasi mengenai pemilihan presiden antara lain karena tidak semua dari mereka mempunyai akses media sosial sementara sebagian penyebaran informasi dilakukan lewat Facebook.

Sebagian besar Panitia Pemilihan Luar Negeri akan menggelar pencoblosan pemilihan presiden akhir pekan ini, termasuk di Hong Kong dan Malaysia.

Selain menyediakan TPS untuk pemungutan suara pada Sabtu (05/01) dan layanan pemungutan suara lewat pos, PPLN di Malaysia menggunakan mekanisme drop box atau kotak undi yang diantar ke lokasi tempat kerja pemilih.

"Mekanisme drop box ini yang diantar ke pabrik, kemudian ke perkebunan. Ini sudah dilakukan," jelas Kepala Bidang Koordinator Fungsi Politik di KBRI Kuala Lumpur, Freddy Panggabean.

Sementara itu pemungutan suara di Arab Saudi rencananya akan mulai digelar hari Jumat sore (04/07) bertepatan dengan hari libur akhir pekan di negara itu.

"Saya sudah mendaftar untuk mencoblos di TPS di Sekolah Indonesia di Jeddah," kata Abdullah, seorang pengemudi taksi asal Indonesia.

"Insya Allah antusias sekali untuk memilih presiden yang akan datang karena lebih jelas. Kalau kemarin pileg, kita tidak kenal, mungkin kenalnya hanya lambang partai saja. Jadi kita tidak melihat siapa yang duduk di situ, laki atau perempuan kita tidak tahu."

Di London, pendataan pemilih hingga kini masih berlangsung dan animo WNI dalam pemilihan presiden lebih tinggi dibanding pemilihan legislatif April lalu.

"Banyak sekali orang yang merasa belum mendaftar terus mendaftar. Kertas suara yang baru kita terima langsung kita kirim ke pemilih," kata ketua PPLN London, Masao Sinulingga.

Terdapat 1.088 pemilih di Inggris yang terdaftar, 60% di antaranya mencoblos lewat pos.

Berita terkait