WNI di Inggris antusias ikuti pilpres

indonesia
Image caption Warga Indonesia tampak antre mendaftar dalam pemilihan presiden di Kedutaan Besar Indonesia di London, Inggris.

Lusinan warga Indonesia berbondong-bondong mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Grosvenor Square, pusat kota London, Sabtu (05/07) guna berpartisipasi dalam pemilihan presiden.

Untuk menyambut warga Indonesia, KBRI London membuka pintunya sejak pukul 10 pagi hingga 10 jam mendatang.

Ketua PPLN Inggris yang juga menjadi koordinator panitia pemilihan di seluruh Eropa, Masao Sinulingga, menyebutkan antusiasme pemilih kali ini sangat besar.

"Ini baru pukul 13.00, namun jumlah yang datang memilih sudah lebih dari 1.000 orang," kata Masao sambil menambahkan bahwa yang memberikan suara tiga kali lebih banyak daripada pemilihan legislatif pada April lalu.

Menurut Masao, jumlah pemilih yang terdaftar ada 4.000 orang dengan 40% pemilih memutuskan untuk datang langsung, sedangkan sisanya memilih lewat pos.

"Ada juga banyak WNI yang belum terdaftar, mungkin karena baru datang ke Inggris atau sedang liburan, tapi ingin ikut memilih. Mereka juga datang ke sini. Tadi sudah datang 3 bus berisi wisatawan Indonesia."

Selain itu, ada sejumlah WNI lain yang baru memutuskan untuk ikut memilih pada saat-saat terakhir. Akibatnya mereka datang ke KBRI London tanpa membawa surat undangan resmi. "Mereka itu semua tetap diterima asal bisa menunjukkan bukti warga negara Indonesia, misalnya dengan menunjukkan paspor atau KTP," kata Masao.

Lies Parish salah seorang yang datang ke KBRI tanpa membawa undangan. "Saya sudah terdaftar tapi tidak menerima undangan, jadi saya putuskan langsung datang dan memilih saja di sini," katanya kepada wartawan BBC, Lenah Susianty.

Alifia, seorang mahasiswi Universitas Bournemouth, datang bersama temannya Zara, mahasiswi Universitas Melbourne, Australia, yang sedang menjalani program pertukaran pelajaran di sebuah universitas di London. Keduanya tidak memiliki surat undangan resmi.

"Tapi mudah kok, kami hanya menunjukkan paspor dan diterima langsung," kata Alifia.

Kedua mahasiswi ini mengaku deg-degan dan bersemangat karena ini untuk pertama kalinya mereka memilih. Mereka tidak memilih di pemilihan legislatif karena merasa tidak mengerti siapa yang harus dipilih.

"Tapi kali ini kami excited dan ingin ikut memilih calon presiden yang bisa memberikan perubahan bagi Indonesia," kata Alifia yang khusus datang ke London dari Bournemouth yang ditempuh dengan 2 jam berkendara.

Image caption Warga Indonesia yang datang memilih di KBRI London jauh lebih banyak ketimbang saat pemilihan legislatif.

Baik Alifia maupun Zara mengatakan sangat mudah untuk mendapatkan informasi mengenai kedua calon presiden. "Semuanya ada di internet dan media sosial. Saya bisa bilang hampir sebagian besar informasi saya dapatkan dari Twitter dan Facebook."

Hal yang sama dikemukakan oleh Ewalde, seorang WNI asal Timor Barat yang juga datang untuk memilih langsung.

"Saya dapat semua informasi dari internet, baca artikel di media online, ikut nonton debat capres sampai saya juga bisa tahu profil dan track record kedua calon presiden. Jadi memang mudah didapat," kata Ewalde yang sudah empat tahun tinggal di London.

Untuk meramaikan acara pemberian suara ini, KBRI London menyelenggarakan bazaar makanan di ruang belakang kedutaan.

Hadirnya bazaar ini membuat sejumlah orang datang khusus untuk membeli makanan. Euis Walter misalnya, mengaku datang hanya untuk bertemu teman-teman dan membeli makanan jadi dan bahan makanan Indonesia untuk dibawa pulang untuk berbuka puasa.

"Surat suara sudah saya kirim lewat pos beberapa hari lalu, tapi saya tetap ke kedutaan karena bazaar ini," katanya sambil tertawa.

Berita terkait