TNI antisipasi kemungkinan pilpres rusuh

  • 7 Juli 2014
Aparat TNI dan polisi telah melakukan persiapan pengamanan di Kota Solo, Jateng, menjelang pilpres.

TNI Angkatan Darat menyatakan ada beberapa daerah di Indonesia memiliki potensi kerawanan keamanan saat pemilu presiden, hari Rabu (09/07) nanti.

Analisa ini antara lain didasarkan dari kejadian bentrokan antara pendukung dua kubu capres di sejumlah daerah selama kampanye lalu, kata Kadispen TNI Angkatan Darat Brigjen Andika Perkasa.

"Indikasi itu bisa dilihat, paling tidak ada empat kejadian (bentrokan) di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan itu disebabkan oleh yang berhubungan dengan kampanye," kata Brigjen Andika Perkasa kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin (07/07) sore, melalui telepon.

Bentrokan itu, menurutnya, melibatkan pendukung kubu calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Selain itu, lanjutnya, potensi kerawanan itu didasarkan prediksi keketatan perolehan suara kubu Jokowi dan Prabowo di beberapa wilayah.

"Ada beberapa wilayah di seluruh Indonesia, yang memang keketatan perolehan suara kedua capres ini sangat dekat," kata Andika.

TNI dan polisi menggelar persiapan pengamanan pemilu di Denpasar, Bali, Senin (07/07).

Andika tidak menyebut daerah "rawan" tersebut, tetapi dia menambahkan: "belum tentu akan terjadi (kerusuhan), tapi kan kita ingin berusaha mengantisipasi sedini mungkin, jangan sampai tidak siap."

'Pemerintah tidak tinggal diam'

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (03/07) lalu mengatakan, dirinya telah menerima informasi potensi kerawanan keamanan pemilu akibat keketatan perolehan suara kedua kubu calon presiden.

Namun Presiden juga mencoba menenangkan masyarakat, dengan mengatakan sampai sejauh ini kondisi masih aman.

"Dan tentunya pemerintah tidak tinggal diam, di pusat maupun di daerah," kata Presiden.

Presiden kemudian memerintahkan agar aparat Polri dan TNI mencegah dan tidak menoleransi tindak kekerasan dalam bentuk apapun.

Sementara, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman mengatakan, dia telah meminta semua pimpinan dan jajaran TNI Angkatan Darat di daerah dapat menjaga keamanan menjelang pemilu presiden pada 9 Juli nanti.

TNI AD menyatakan, ada beberapa wilayah yang rawan kerusuhan saat pilpres nanti.

"Cegah apapun yang menimbulkan konflik horizontal, vertikal," kata KSAD Jendral Budiman, dalam teleconference dengan panglima Kodam, Dandim dan Danrem di seluruh Indonesia di Jakarta Pusat, Minggu (06/07).

Hari ini, TNI Angkatan Darat melalui jajarannya di sejumlah daerah melakukan "apel siaga" sebagai persiapan pengamanan pemilu presiden.

Sejak hari Minggu kemarin, Kepolisian Indonesia telah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan pengamanan pemilu presiden, yaitu menjadi Siaga Satu.

Dengan status ini, semua polisi bersiaga di posnya masing-masing sesuai penugasan.

Kapolri Jenderal Sutarman menyatakan, sebanyak 254.088 anggota polisi dikerahkan untuk mengamankan pemilihan presiden.

Berita terkait