Ekspektasi pasar menguat jelang pengumuman pilpres

Hak atas foto AFP GETTY
Image caption Pemilu aman menjadi hal positif yang bisa mendongkrak pasar keuangan.

Bursa saham dan nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat menjelang pengumuman hasil pemilu presiden oleh Komisi Pemilihan Umum, hari ini pukul 16.00 WIB.

Menurut data yang Bloomberg, rupiah pada siang ini diperdagangkan dikisaran Rp11.500 per dolar, menguat dari sekitar Rp11.800 pada Rabu (16/07).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menembus 5.127 pada penutupan Senin (21/07) - mencetak angka tertinggi sejak 30 Mei tahun lalu.

Hingga kini, hasil rekapitulasi sementara yang dilakukan KPU di 29 provinsi menempatkan pasangan nomor urut dua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, unggul dengan persentase 52%.

Pengesahan hasil pilpres akan dilakukan di Gedung KPU, Jakarta, pukul 16.00 WIB.

Bukan efek Jokowi

Namun, ekonom senior Institute for Development Economy and Finance (INDEF), Ahmad Erani Yustika, mengatakan euforia pasar keuangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukanlah dipicu oleh Joko Widodo, yang diprediksi akan menang.

Menguatnya rupiah dan IHSG, menurutnya, lebih disebabkan oleh situasi aman dan kondusif yang terjadi menjelang pengumuman KPU.

"Pasar itu yang paling pokok adalah kepastian, ketika proses pemilu dilakukan aman, tidak ada konflik, tertib, semua pihak menerima, itu lebih jauh penting."

"Pasalnya substansi ekonomi dua kandidat sama saja. Bagi pasar tidak ada spesifik yang menguntungkan atau merugikan," kata Erani.

"Jadi bukan Jokowi atau Prabowo-nya tapi lebih karena amannya."

Dia menambahkan, pasar selalu memiliki ekspektasi setiap adanya pemerintahan baru. Namun, ada banyak tantangan yang dihadapi pemerintahan baru, terutama defisit fiskal, transaksi berjalan, potensi inflasi, dan kenaikan harga minyak.

"Penguatan akan berlanjut jika pemerintahan baru bisa merespon masalah-masalah ini, tetapi kalau pemerintah baru gagap merumuskan solusi, masa bulan madu antara pasar dan ekspektasi akan berakhir."

Berita terkait