Perdebatan mewarnai rekapitulasi KPU

  • 22 Juli 2014
Image copyright Getty
Image caption Ribuan polisi disiagakan dan melakukan penjagaan di kantor KPU Jakarta.

Komisi Pemilihan Umum telah melakukan rekapitulasi di 29 propinsi dan menyisakan empat propinsi yang harus dituntaskan hari Selasa (22/07) ini.

Sampai pukul 14.00 WIB, KPU sedang membahas hasil rekapitulasi pilpres di wilayah DKI Jakarta yang dihadiri para saksi dari dua kubu capres, Bawaslu serta KPU propinsi.

Ditargetkan harus selesai hari ini, proses rekapitulasi tingkat nasional ini terus diwarnai perdebatan.

Kubu Prabowo beberapa kali menyatakan tidak mau menerima hasil rekapitulasi beberapa provinsi, termasuk Maluku Utara.

Dan, ketika membahas suara pilpres di wilayah DKI Jakarta, kubu Prabowo Subianto kembali mengungkit dugaan pelanggaran di sekitar 5.000 TPS di Jakarta.

"Sampai hari ini kami menganggapnya masih bermasalah, karena belum dilakukan pengecekan (KPU). Sementara hasilnya sudah direkap dan hari ini akan dijadikan rekapitulasi nasional. Nah, ini kan berbahaya," kata Didik Supriyanto, saksi kubu Prabowo di KPU, di dalam ruangan rapat.

Tuduhan kecurangan ini telah dibantah berulangkali KPU dan Bawaslu Jakarta mengaku tidak memiliki bukti-bukti seperti dituduhkan kubu Prabowo.

KPU sejak awal menyatakan hasil rekapitulasi akan diumumkan hari ini, walaupun kubu Prabowo menuntut untuk ditunda.

Jika kubu capres menolak

Terhadap kemungkinan kubu Prabowo menolak hasil rekapitulasi, anggota KPU Hadar Gumay mengatakan, sesuai Undang-Undang Pemilu, maka keberatan itu tidak akan menggugurkan hasil pemilu presiden.

Image copyright AP
Image caption Pimpinan polisi dan TNI menjamin keamanan selama pengumuman pilpres.

"Tidak ada masalah. Saksi (kubu capres) tidak hadir, tidak mau menandatangani, atau mereka memprotes, itu tidak masalah. Itu cuma menjadi catatan. Tetapi yang kami putuskan itu merupakan keputusan formal, resmi dan legal," kata Hadar Gumay.

Proses rekapitulasi pemilu presiden yang digelar di kantor KPU dijaga ekstra ketat oleh ribuan anggota kepolisian.

Kekhawatiran adanya gangguan keamanan sejauh ini tidak terbukti.

Pimpinan kepolisian dan TNI telah menjamin keamanan selama proses rekapitulasi dan saat pengumumam hasil pemilu presiden.

Berita terkait