Jero Wacik tersangka, SBY terkejut

  • 3 September 2014
Jero Wacik juga merupakan politisi Partai Demokrat.

Juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono "terkejut" mendengar penetapan Jero Wacik sebagai tersangka oleh KPK.

Namun Julian mengatakan presiden belum bisa memberikan pernyataan lebih jauh karena belum mengetahui secara persis kasus yang menimpa menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) itu.

"Presiden telah mendengar informasi melalui media tentang status tersangka Pak Jero Wacik," katanya dalam pesan singkat. "Berita ini membuat Presiden terkejut."

Jero Wacik adalah menteri ketiga di kabinet yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi setelah Suryadharma Ali dan Andi Mallarangeng.

Hingga kini belum ada keputusan mengenai kemungkinan penonaktifan politisi Partai Demokrat itu sebagai menteri.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Jero sebagai tersangka terkait penyalahgunaan wewenang dan pemerasan dengan total kerugian Rp9,9 miliar.

Dalam konferensi pers, Rabu (03/09), Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan bahwa Jero Wacik diduga menyalahgunakan wewenang sebagai menteri untuk memperoleh uang lebih banyak.

Kader Partai Demokrat Andi Mallarangeng sudah divonis empat tahun penjara.

Akan dievaluasi

Sementara itu, Partai Demokrat mengatakan akan menempuh mekanisme partai untuk mengevaluasi posisi Jero Wacik sebagai kader Demokrat.

Evaluasi ini termasuk juga soal posisi Jero yang terpilih sebagai anggota DPR dalam periode pemerintahan berikutnya, kata Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.

Penetarapan Jero Wacik sebagai tersangka menambah daftar panjang politisi Demokrat yang terjerat korupsi.

Sejumlah nama yang sebelumnya muncul termasuk Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Nazarudin, dan Sutan Bhatoegana.

"Ini jadi pembelanjaran serius bagi kami ke depan agar tidak terulang," kata Hinca kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

"Poinnya adalah niat dan semangat Partai Demokrat untuk memberantas korupsi di Indonesia tidak pernah surut dan kami akan berada di barisan paling depan untuk melakukannya."

Patuh pada hukum

Jero Wacik sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

Kementerian ESDM mengatakan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada KPK.

"Tentu kami turut bersedih dengan kejadian ini, dan ini sudah masuk ke ranah hukum, ya kita ikuti prosesnya," kata Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM R. Sukhyar.

"Dan kami sangat-sangat dekat dengan Pak Wacik ini, jadi merasa sedih lah ya, sesuatu ujian bagi kita semua bukan hanya beliau tapi ESDM juga."

Sukhyar secara pribadi mengenal Jero sebagai seorang yang cerdas.

"Dia selalu menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak pernah marah terhadap anak buah," sambungnya.

Berita terkait