Law Wan-Tung divonis bersalah dalam kasus penyiksaan Erwiana

Law Wan-Tung Hak atas foto Reuters
Image caption Law Wan-Tung sebelumnya menyatakan tak bersalah atas sejumlah dakwaan.

Pengadilan distrik Hong Kong menjatuhkan vonis bersalah terhadap Law Wan-tung dalam kasus penyiksaan pekerja domestik asal Indonesia.

Hakim memutuskan Law, 44 tahun, bersalah dalam 18 dakwaan, termasuk penyerangan, intimidasi dan tidak membayar gaji.

Pekerja rumah tangga, Erwiana Sulistyaningsih, menyita perhatian internasional pada tahun lalu, ketika dia kembali ke Indonesia dan harus dirawat di rumah sakit.

Dalam kesaksiannya di pengadilan Desember lalu, dia mengatakan telah dianiaya oleh Law selama beberapa bulan sebelum dikirimkan kembali ke kampung halamannya, Sragen, Jawa Tengah.

Kasus ini diselidiki dengan mendalam di Hong Kong, dimana banyak rumah tangga yang tergantung pada pekerja rumah tangga. Penduduk Hong Kong mempekerjakan 300.000 PRT dari sejumlah negara di Asia.

Law terbukti bersalah atas 18 dari 20 dakwaan terhadap dia. Dua dakwaan yang menyatakan dia tidak bersalah yaitu kasus yang berkaitan dengan perlakuannya terhadap pekerja rumah tangga yang lain.

Dia akan menjalani hukuman mulai akhir bulan ini.

Hak atas foto AFP
Image caption Kasus Erwiana menyita perhatian internasional ketika dia dipulangkan dalam kondisi terluka parah

Kontributor BBC Indonesia Valentina Djaslim melaporkan Erwiana "sangat bahagia" dengan keputusan tersebut.

Puluhan buruh migran yang berada di luar gedung pengadilan pun meneriakan dukungan terhadap keputusan tersebut.

Dalam persidangan Law menyatakan tidak bersalah atas dakwaan terhadapnya.

Foto Erwiana yang berada di rumah sakit dengan luka parah memicu protes oleh buruh migran di Hong Kong, dan desakan kepada pemerintah setempat untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Erwiana masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh menurut majalah Time tahun lalu.

Berita terkait