Pemindahan narapidana mati Australia ke Nusakambangan ditunda

chan Hak atas foto Getty Images
Image caption Andrew Chan, kiri, dan Myuran Sukumaran divonis mati pada 2006

Kejaksaan Agung menunda pemindahan dua narapidana mati asal Australia dari Bali ke Nusambangan untuk memberi mereka waktu lebih lama bersama keluarga.

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran termasuk dalam sekelompok narapidana mati yang akan dihukum mati, meski waktunya belum ditetapkan oleh Kejaksaan Agung.

"Kami merespon permintaan dari pemerintah Australia dan dari keluarga," kata Jaksa Agung HM Prasetyo, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"Kami ingin keluarga bisa bertemu dengan Myuran dan Andrew, untuk memberi mereka waktu bersama. Ini bukan berarti kami menunda eksekusi. Kami hanya memberikan waktu lebih untuk keluarga."

Chan, 31, dan Sukumaran, 33, divonis mati pada 2006 karena terbukti sebagai pemimpin jaringan yang berencana menyelundupkan narkotika dari Bali ke Australia.

Prasetyo mengatakan ia tidak tahu sisa waktu yang dimiliki Chan dan Sukumaran karena belum ada penetapan tanggal eksekusi.

"Ini bukan hal yang mudah. Ini bukan sesuatu yang menyenangkan tapi kami harus melakukannya," kata Prasetyo. "Hukum menyatakan bahwa mereka harus segera dieksekusi begitu grasi ditolak oleh presiden.

Image caption John Howard menyatakan Chan dan Sukumaran telah menjalani rehabilitasi

Upaya Australia

Enam mantan perdana menteri Australia mengeluarkan pernyataan bersama untuk menyelamatkan Chan dan Sukumaran, seperti dilaporkan wartawan BBC Phil Mercer.

Mantan Perdana Menteri John Howard mengatakan keduanya telah melakukan pelanggaran yang sangat serius tetapi mereka juga telah berubah selama menjalani rehabilitasi di penjara.

Pendahulu Howard dari Partai Buruh, Paul Keating, juga menyatakan bahwa hukuman mati adalah "tindakan mengerikan yang bukan merupakan penebusan dosa untuk kejahatan itu."