WNI yang diduga perompak, ditangkap di Vietnam

orkim harmony Hak atas foto epa
Image caption Kapal Orkim Harmony yang berbendera Malaysia diduga dirompak oleh WNI.

Delapan orang warganegara Indonesia yang diduga perompak kapal Orkim Harmony di Laut Cina Selatan ditangkap di pulau Thochu, Vietnam, kata juru bicara TNI AL, Laksamana Pertama Manahan Simorangkir kepada BBC Indonesia.

Orang-orang yang ditangkap dalam sekoci berwarna oranye pada hari Jumat pukul 6.30 pagi waktu setempat ini mengaku sebagai nelayan yang tenggelam.

"Kemungkinan mereka adalah perompak," kata Manahan melalui telepon," karena kapal ikan jarang memakai lifeboat".

Saat ini TNI AL sedang melakukan penyelidikan bekerja sama dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDN) untuk mengetahui asal dan rekam jejak, disamping sidik jari mereka.

Manahan mengatakan kemungkinan ini baru pertama kalinya pada tahun ini terjadi perompakan oleh WNI karena sebelumnya laporan yang didapat hanyalah pencurian biasa, bukan dalam skala perompakan.

Angkatan Laut Malaysia mengatakan kedelapan perompak tersebut bersenjatakan pistol dan parang saat menyekap 22 awak kapal Orkim Harmony.

Namun, para perompak itu telah kabur menggunakan sekoci pada Kamis malam (18/06) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Kepala Staf AL Malaysia Tan Sri Abdul Aziz Jaafar menuturkan perompak berbicara dalam bahasa Melayu dengan aksen Indonesia. Mereka sempat mengubah nama menjadi Kim Harmon untuk mengelabui aparat.

Berita terkait