Menkes ungkap 14 rumah sakit 'yang pakai vaksin palsu'

160411061115_cn_vaccine_injection_jab_640x360_sciencephotolibrary_nocredit.jpg Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Peredaran vaksin palsu di Indonesia diduga ada sejak 2003, kata polisi.

Terdapat 37 fasilitas kesehatan, termasuk 14 rumah sakit, yang diduga menggunakan vaksin palsu, kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam rapat dengan Komisi IX DPR, hari Kamis (14/07).

Dari jumlah tersebut, Nila mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan empat fasilitas kesehatan 'yang terbukti menggunakan vaksin palsu' ke Bareskrim Polri.

Jika memang terbukti melakukan pelanggaran, kata Nila, akan ada saksi bagi fasilitas kesehatan tersebut, mulai dari sanksi administratif, pencabutan izin operasional, hingga sanksi pidana.

Empat belas rumah sakit yang diduga memakai vaksin palsu adalah RS Dr. Sander (Cikarang), RS Bhakti Husada (Terminal Cikarang), RS Sentral Medika (Jalan Industri Pasir Gombong), RS Puspa Husada, RS Karya Medika (Tambun), RS Kartika Husada (Jalan MT Haryono Setu Bekasi), RS Sayang Bunda (Pondok Ungu Bekasi).

Hak atas foto Mincuk
Image caption Masyarakat mendatangani salah satu rumah sakit yang diduga menggunakan vaksin palsu.

Kemudian RS Multazam (Bekasi), RS Permata (Bekasi), RSIA Gizar (Villa Mutiara Cikarang), RS Harapan Bunda (Kramat Jati, Jakarta Timur), RS Elisabeth (Narogong Bekasi), RS Hosana (Lippo Cikarang), dan RS Hosana (Jalan Pramuka Bekasi).

Dalam kasus vaksin palsu ini polisi beberapa hari lalu mengatakan setidaknya 16 orang yang ditahan, lima orang di antara mereka diduga sebagai produsen, dua orang kurir, dua orang penjual atau distributor, dan seorang pencetak label.

Polisi juga mengatakan dugaan pemalsuan ini sudah berlangsung sejak 2003 dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Keuntungan yang didapat dari praktik itu mencapai Rp25 juta setiap minggu.

Berita terkait