Bahan bakar Boeing Dreamliner bocor

Boeing 787 Dreamliner
Image caption Boeing 787 Dreamliner milik maskapai Japan Airlines kedua kalinya bermasalah.

Kebocoran bahan bakar pada Boeing 787 Dreamliner menyebabkan Japan Airlines membatalkan penerbangan dari bandara Logan Boston AS, peristiwa kedua yang terjadi pada pesawat baru t ersebut.

Pesawat yang akan berangkat ke Tokyo itu, telah melewati gerbang ketika terjadi kebocoran sekitar 151 liter bahan bakar.

Para penumpang dapat keluar dari pesawat dengan selamat dan tanpa satu orang pun yang terluka, seperti disampaikan oleh juru bicara bandara.

Senin lalu, percikan api dari listrikdalam pesawat Dreamliner yang dioperasikan oleh Japan Airlines terjadi di bandara yang sama.

Seorang juru bicara Japan Airlines, Carol Anderson, mengatakan pada Selasa (8/1) bahwa Dreamliner yang kedua batal terbang karena adanya masalah mekanik dan rinciannya kerusakannya belum dapat dikonfirmasi, seperti dilaporkan Reuters.

Sementara itu, Badan Nasional Keselamatan Transportasi AS mengatakan bahwa tidak akan melakukan investigasi terhadap peristiwa Selasa lalu, karena tidak ada kecelakaan.

Masalah berlanjut

Senin lalu, sebuah percikan api terjadi di Dreamliner yang dioperasikan oleh Japan Airlines sesaat setelah mendarat di Boston dari Tokyo.

Percikan api itu terjadi setelah sebuah batere di sistem daya pesawat terlalu panas.

Tak ada penumpang dan kru yang terluka dalam peristiwa tersebut.

Dreamliner merupakan salah satu pesawat tercanggih yang pernah dibuat. Namun adanya masalah teknis itu mencederai citranya.

Tahun lalu, sebuah pesawat United Airlines mendarat darurat karena masalah listrik.

Pada Desember lalu, Qatar Airways menghentikan operasi 787 Dreamliners setelah sejumlah masalah elektrik yang sama dengan pesawat milik United.

Untuk Badan Administrasi Penerbangan Federal AS,mengatakan pada Desember bahwa telah mengidentifikasi masalah bahan bakar di Dreamliner.

Badan itu memperingatkan bahwa masalah ini dapat menyebabkan kebocoran bahan bakar di bagian mesin yang panas dan menimbulkan kebakaran, menyebabkan kegagalan mesin, atau pesawat itu kehabisan bahan bakar.

Berita terkait