HSBC tutup sejumlah rekening muslim

  • 30 Juli 2014
hsbc Image copyright PA

Bank HSBC akan menutup rekening masjid dan lembaga Islam serta sejumlah individu pengelolanya di Inggris.

Dalam surat pemberitahuan kepada sejumlah nasabah yang akan ditutup rekeningnya itu, HSBC menyebut bahwa alasannya adalah pelayanan perbankan terhadap mereka berada di luar 'risk appetite' atau risiko yang siap mereka ambil.

Namun HSBC menegaskan bahwa keputusan itu sama sekali tidak didasarkan pada ras atau agama.

"Diskriminasi terhadap nasabah berdasarkan ras dan agama adalah imoral, tak bisa diterima, dan ilegal, dan HSBC memiliki peraturan dan kebijakan yang komprehensif untuk memastikan bahwa ras dan agama tak pernah menjadi faktor dalam keputusan perbankan."

Rekening yang akan ditutup antara lain milik Masjid Finsbury Park London, Yayasan Ummah Welfare Bolton, Cordoba Foundation dan pengelolanya, Anas Al Tikriti dan keluarganya.

Alasan tak jelas

Dalam surat terpisah yang nyaris identik dan semuanya tertanggal 22 Juli kepada masjid Finsbury Park, Ummah Welfare, dan Cordoba Foundation, HSBC memberitahukan bahwa rekening mereka akan ditutup tanggal 22 September.

Ketua masjid Finsbury Park, Mohammed Kozbar, mengatakan kepada Dominic Laurie dari BBC, bahwa bank tak menghubungi mereka terlebih dahulu dan tidak memberi kesempatan untuk mendiskusikan masalahnya.

Ini sangat mengagetkan, kata Kozbar. "Kami adalah lembaga yang beroperasi di Inggris sepenuhnya, dan tidak mentransfer uang ke luar Inggris. Seluruh operasional kami dibiayai oleh dana dari dalam negeri Inggris."

Seorang anggota Dewan masjid Finsbury Park menyebut, "Ini membuat kami percaya bahwa satu-satunya alasan kejadian ini adalah karena kampanye Islamofobia yang menyasar lembaga-lembaga amal di Inggris.

Masjid Finsbury Park sempat dikelola oleh Abu Hamzah, yang Mei lalu divonis di AS untuk kasus terorisme.

Namun kemudian diambil alih pada tahun 2005, dan dikelola Mohammed Kozar, yang berusaha mengubah citra masjid.

Jeremy Corbyn, anggota parlemen lokal Finsbury Park, menyatakan kaget atas keputusan HSBC dan menyebut masjid telah "berkembang menjadi teladan yang bagus tentang suatu masjid jami (umum) yang membantu masyarakat setempat dan menyediakan sarana untuk semua iman jika dibutuhkan."

Keluarga dilibatkan

Untuk Cordoba Foundation, HSBC akan menutup rekening lembaganya dan juga rekening pendirinya, Anas Al Tikriti, serta istri dan dua anaknya yang berusia 16 dan 12 tahun.

Anas Al Tikriti -lelaki kelahiran Bagdad tahun 1968- tak habis mengerti. "Ini sangat mengganggu saya. Mengapa seluruh keluarga saya dilibatkan?"

Dia mengaku hanya bisa menduga-duga bahwa yayasannya, Cordoba Foundation, "yang terutama merupakan lembaga amal, dan jaringan yang banyak -jika bukan seluruhnya- sangat lantang dalam isu Palestina."

Cordoba Foundation adalah lembaga yang didirikan tahun 2005, yang disebut al Tikriti berfokus pada hubungan Eropa dan Timur Tengah.

Adapun Yayasan Kesejahteraan Umat atau Ummah Welfare, adalah lembaga amal berpusat di Bolton yang telah menyumbang berbagai proyek di sekitar 20 negara, dengan sekitar £70 juta atau hampir sekitar Rp1,4 triliun.

Dalam suratnya kepada Ummah Welfare HSBC menyebutkan, "Anda harus menyiapkan pengaturan alternatif untuk urusan perbankan Anda, karena kami tidak akan membuka rekening baru untuk Anda".

Mohammed Ahmad, pengelola Ummah mempertanyakan penutupan itu kepada HSBC namun tak mendapat jawaban.

Ahmad menduga keputusan HSBC terkait kegiatan mereka di Gaza.

Lembaga ini bekerja di Gaza sejak 10 tahun lalu namun -tegas Ahmad- bekerja untuk bantuan kemanusiaan dengan menyediakan ambulans, bantuan makanan, obat-obatan, dan bantuan dana.

"Kami memastikan bahwa di sana kami bekerja sama dengan organisasi yang nonpartisan," tambah Ahmad. "Kami berusaha untuk tidak memihak, sebisa mungkin."

Lima Filter

Seorang pejabat pemerintah kepada BBC menyatakan, ia yakin keputusan HSBC tak terkait dengan tindakan pemerintah melainkan berdasarkan analisis risiko mereka sendiri.

HSBC memang punya sejumlah pengalaman buruk.

Pada Desember 2012 HSBC harus membayar US$1,9 milyar (Rp20 triliun) kepada pemerintah Amerika Serikat terkait tuduhan pencucian uang yang melibatkan kartel obat bius.

Agustus tahun lalu, HSBC meminta lebih dari 40 kedutaan, konsulat dan Komisi Tinggi di Inggris untuk menutup rekening mereka.

Saat itu HSBC mengatakan mereka menerapkan program asesmen 'lima saringan' untuk semua bisnis mereka sejak Mei 2011 dan pelayanan terhadap kedutaan-kedutaan tidak dikecualikan.

Berita terkait