Pornografi, negara, dan orang tua

  • 2 Agustus 2013
  • komentar
Majalah dewasa Image copyright 1
Image caption Sampul majalah-majalah dewasa sekarang tidak diperlihatkan secara utuh di toko-toko.

Pemerintah Inggris sedang berperang melawan pornografi di internet.

Perdana Menteri David Cameron mengatakan setiap pengguna internet di Inggris harus memasukkan permintaan khusus ke para penyedia internet bila ingin mengakses situs-situs porno.

Itu berarti berdasarkan pengaturan standar (default setting) warga tidak bisa melihat gambar atau mengunjungi situs-situs porno.

Selain itu menyimpan foto-foto tentang simulasi adegan perkosaan juga akan termasuk tindak pidana.

PM Cameron meminta dukungan semua pihak termasuk raksasa mesin pencari, Google, agar kata-kata kunci yang terkait dengan seks dan pornografi tidak bisa dipakai.

Ia menyatakan bahwa akses ke situs-situs porno di internet telah merusak masa kanak-kanak.

"Di sudut-sudut internet ada hal-hal yang mengancam anak-anak kita dan itu harus diberantas. Saya merasa punya tanggung jawab, baik sebagai politisi maupun sebagai seorang ayah," kata PM Cameron.

Anak-anak Cameron memang masih muda: Nancy berusia sembilan tahun, Elwen tujuh tahun, dan Florence berumur dua tahun.

Sampul majalah dewasa

"Apa yang dilakukan pemerintah ini adalah bagian dari upaya untuk melindungi anak-anak kita," kata Cameron.

Dalam beberapa tahun belakangan, Inggris digemparkan oleh berita anak-anak yang diculik dan diduga menjadi korban serangan seksual.

Hampir bersamaan dengan keinginan pemerintah menutup akses ke situs-situs porno, salah satu jaringan pasar swalayan meminta semua penerbit majalah dewasa -yang biasanya menampilkan sampul wanita dengan pakaian minim- untuk membungkus dengan plastik gelap.

Kalau permintaan ini tidak diindahkan, majalah-majalah ini tidak akan dijual, demikian kata juru bicara jaringan pasar swalayan ini.

Di Inggris, majalah dewasa biasanya ditaruh di rak paling atas, tentunya dengan harapan anak-anak tak bisa menjangkaunya.

Belakangan, beberapa toko dan pasar swalayan menempatkan majalah-majalah dewasa ini di kotak khusus, sehingga yang terlihat dan terbaca adalah judul atau nama majalah saja.

Alasan yang dikemukakan pihak pasar swalayan sama dengan pertimbangan pemerintah Inggris ketika menutup akses ke situs-situs porno: melindungi anak-anak.

Mereka yang mendukung prakarsa ini mengatakan situs atau gambar porno bisa mengubah konsep anak tentang seks dan hubungan serius antarmanusia.

Ditentang

Image copyright Getty
Image caption Warga harus ajukan permintaan khusus untuk bisa akses ke situs porno.

Dampak mengakses foto atau video porno saat anak masih sangat belia bisa sangat merusak.

"Padahal membina hubungan yang baik dan sehat di antara sesama kita adalah salah satu hal yang paling penting dalam hidup kita," kata PM Cameron.

Seperti sudah diperkirakan, tak semua pihak setuju dengan langkah pemerintah Inggris.

Alasan yang dikemukan antara lain adalah langkah pemerintah ini sama dengan membatasi hak warga. Yang lainnya mengatakan tak semestinya negara campur tangan dalam persoalan ini.

Serahkan saja soal seks dan pornografi ini kepada para orang tua.

Kalau anak sudah mendapat bekal dan pemahaman yang baik, dampak negatif gambar atau video porno bisa diminimalkan.

Tapi sepertinya pemerintah tak bisa menerima alasan-alasan ini.

PM Cameron mengatakan pemerintah bahkan sudah mempertimbangkan untuk mengajukan legislasi soal pembatasan akses pornografi di internet.

Itu berarti, jika resmi menjadi undang-undang maka para pelanggar aturan soal situs atau gambar porno bisa masuk penjara atau membayar denda.