Era gratis tas kresek mungkin akan berakhir

Tas plastik
Image caption Penggunaan tas kresek dikhawatirkan semakin memperburuk lingkungan.

Minggu lalu saya membeli kartu ucapan ulang tahun di jaringan toko buku WH Smith di dekat rumah.

Kartu yang ada di tangan saya cukup sederhana, lukisan abstrak tentang keindahan alam di musim gugur. Harganya 59 p atau sekitar Rp9.000.

Mungkin karena kasir melihat saya tidak membawa tas, ia bertanya, "Apakah Anda perlu kantong kresek?" Di tengah kelinglungan, spontan jawaban yang keluar adalah "ya."

Kasir lalu menjelaskan tas kresek dikenakan biaya satu pence.

Ah, sudah terlanjur mengiyakan jadi saya bayar saja dan untuk memperkuatkan pembenaran berpisah dengan uang satu pence atau sekitar Rp170, saya katakan ke diri sendiri bahwa ini demi menjaga lingkungan yang akan dinikmati oleh anak dan cucu di kemudian hari.

WH Smith bukan toko pertama yang tidak lagi menggratiskan kantong kresek yang selama ini menjadi wadah praktis untuk menenteng belanjaan.

Jaringan toko Marks and Spencer sudah terlebih dulu mengenakan biaya. Sejak 2007 setiap tas plastik di unit toko penjualan makanan dikenakan biaya 5 pence, meskipun bagian pakaian Marks and Spencer masih menggratiskan tas plastik untuk barang belanjaan pakaian.

Lingkungan dan ekonomi

Dua tahun lagi seluruh supermarket dan toko besar di wilayah England akan diwajibkan untuk mengenakan biaya 5 pence per tas plastik. Rencana ini diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Nick Clegg baru-baru ini sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik.

Image caption Plastik diberikan secara gratis di pasar tradisional ibukota London.

Konsumen bisa menggunakan tas ramah lingkungan atau menggunakan lagi tas plastik yang sudah ada.

Tetapi langkah di wilayah England ini bisa dibilang jauh tertinggal dibanding dua wilayah Inggris Raya lainnya, Wales dan Irlandia Utara, yang sudah mengenakan biaya kantong kresek.

Satu wilayah lainnya, Skotlandia, mulai akan menerapkan biaya tahun depan.

Alasan utama tentu adalah lingkungan. Kantong plastik tidak mudah dapat diuraikan kembali oleh mikro organisme secara alami menjadi senyawa ramah lingkungan.

Alasan kedua, ekonomi. Toko-toko dapat menghemat biaya bila tidak menyediakan tas plastik gratis bagi pembeli.

Toko kecil

Kebijakan pemerintah Inggris positif dari kacamata lingkungan meskipun terlambat bila dibandingkan negara-negara lain di Eropa.

Namun mengurangi penggunaan tas plastik dengan sasaran supermarket dan toko besar mungkin tidak cukup. Toko-toko kecil dan pasar-pasar justru royal dalam pemberian kantong plastik kepada pembeli.

Kalau kita ke pedagang sayur atau buah, setengah kilogram apel akan ditaruh di tas plastik, satu kilogram tomat akan dimasukkan ke tas terpisah, satu sisir pisang di satu tas terpisah dan seterusnya.

Jadi kalau mau menekan penggunaan kantong plastik semaksimal mungkin maka diperlukan totalitas pendekatan dan sasaran.