Miley Cyrus membuat pusing orang tua di Inggris

Miley Cyrus Hak atas foto PA
Image caption Aksi Miley Cyrus di ajang penghargaan musik MTV dikecam pengawas TV Amerika.

Kontroversi yang dipicu aksi panggung Miley Cyrus di ajang MTV Video Music Awards akhir Agustus lalu ternyata belum selesai, setidaknya di Inggris.

Ketika itu di atas panggung Cyrus tampil seronok bersama Robin Thicke menyanyikan medley "We Can't Stop" dan "Blurred Lines".

Dewan pengawas televisi di Amerika Serikat mengecam penampilan Cyrus, dengan menyebut aksi mantan bintang cilik itu tidak pantas.

Tidak lama kemudian situs pengasuhan Inggris, Netmums, menggelar survei online, menanyakan pendapat para orang tua terkait penampilan Cyrus baik di video maupun di atas panggung.

Terungkap bahwa dari hasil survei terlihat kalangan orang tua khawatir video musik makin banyak mengumbar seks dan kekerasan, seperti disampaikan pendiri situs pengasuhan Netmums, Siobhan Freegard.

Ia mengatakan orang tua modern paham betul bahwa hal-hal yang berbau seks gampang dijual.

"Tapi mereka juga merasa bahwa apa yang terjadi saat ini sudah keterlaluan," kata Freegard.

"Memberi tahu kepada anak-anak bahwa seks dan kekerasan adalah sesuatu yang bisa dijadikan inspirasi adalah kesalahan besar," katanya.

Tidak ramah keluarga

Dari 1.500 orang tua yang disurvei, sekitar 75% di antaranya mencoba melarang anak-anak mereka menonton video musik karena khawatir akan dampak negatif yang bisa ditimbulkan.

Selain itu, orang tua di Inggris juga marah karena video musik yang mengandung adegan seks atau kekerasan ditayangkan sebelum pukul 21.00 malam.

Mestinya video-video musik seronok atau yang mengandung adegan kekerasan ditayangkan setelah pukul 21.00 dan sebelum jam tersebut, program televisi harus ramah keluarga.

Pernyataan Freegard mengundang tak kurang dari 400 komentar saat diterbitkan BBC sementara artikel serupa di situs The Guardian mendapat lebih 750 komentar.

Hak atas foto AFP
Image caption Miley Cyrus dikenal sebagai bintang film seri Hannah Montana,

Dari riset kecil-kecilan di internet tentang dampak aksi Cyrus ini, antara lain muncul berita dari situs salah satu harian di Inggris yang memberitakan seorang anak berusia lima tahun menirukan aksi provokatif Cyrus.

Larangan menonton video

Dari riset ini juga terungkap tak sedikit kolumnis yang menyuarakan kekhawatiran atas dampak aksi bintang-bintang pop terhadap anak-anak.

Lantas apa solusinya? Bagaimana bila ke depan banyak bintang yang meniru aksi Cyrus?

Rhiannon Lucy Cosslett melalui tulisan di Guardian mengatakan jalan keluarnya sebenarnya mudah.

"Jangan bolehkan anak-anak menonton video musik yang seronok," katanya.

Kalau larangan penuh tak bisa diterapkan, kata Cosslett, manfaatkan video itu untuk melakukan diskusi yang sehat dengan anak.

Saat menulis blog ini saya teringat dengan aksi penyanyi-penyanyi panggung di Indonesia yang tidak kalah seronok bahkan mungkin lebih panas dari Cyrus.

Bila penyanyi-penyanyi ini ditampilkan di Eropa atau Amerika, hampir dapat dipastikan kontroversinya makin heboh.