Semarak dekorasi lampu di akhir tahun

  • 20 Desember 2013
  • komentar
Hiasan lampu di Regent Street Image copyright AFP
Image caption Tradisi dekorasi lampu di Regent Street London ini mulai sejak 1954.

Salah satu hal yang saya nikmati menjelang hari Natal dan tahun baru di London adalah kerlap kerlip hiasan lampu yang menghiasi jalan-jalan utama.

Setiap pulang kantor –hari mulai gelap sejak pukul 16:00 pada bulan Desember ini— sambil berjalan menuju stasiun kereta bawah tanah di persimpangan Regent Street dan Oxford Street- tak bosannya saya nikmati dekorasi lampu ini.

Salah satu jalan yang paling meriah dan sudah menjadi semacam tradisi sejak tahun 1954 adalah di sepanjang Regent Street, jajaran pertokoan dengan gedung-gedung tua yang bersejarah.

Kawasan Oxford Street, yang bersambung dengan Regent Street, juga memulai tradisi lampu ini satu tahun kemudian.

Dekorasi lampu-lampu ini sudah mulai dipasang sejak minggu pertama November.

Dan peresmiannya juga meriah, dan selalu dibuka oleh artis dan penyanyi-penyanyi terkenal termasuk Leona Lewis untuk tahun ini.

Kesulitan dana

Salah satu sisi jalan Regent Street ditutup dan warga dapat menikmati sajian lagu dan musik sebelum hiasan lampu ini secara resmi dinyalakan.

Image copyright PA
Image caption Peresmian dekorasi lampu di Regent Street November lalu.

Daya tarik lampu-lampu ini sudah menjadi atraksi tersendiri bagi warga serta turis di London, selain tentunya sebagai salah satu upaya untuk menarik ke kawasan perbelanjaan ini.

Namun semaraknya lampu-lampu ini bukan tanpa cerita.

Lampu-lampu di Regent Street sempat tidak nyala pada tahun 1970-an karena resesi.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, kesulitan ekonomi menyebabkan anggaran untuk dekorasi lampu ini diserahkan ke pihak sponsor.

Dilema antara dana dan tradisi untuk membuat dekorasi lampu-lampu serta pohon Natal juga terjadi di banyak tempat lain di Inggris.

Tak ada lagi hiasan di Canterbury

Di Stockton-on-Tees, daerah di Inggris utara misalnya, banyak warga yang mengeluh hiasan pohon Natal di pusat kota membuat mereka malu.

Image copyright PA
Image caption Anggaran untuk dekorasi lampu di Regent Street diserahkan ke sponsor.

Dan di sejumlah kota lain, seperti Canterbury, di Inggris selatan, justru dewan kota memutuskan untuk menghentikan tradisi dekorasi lampu ini sama sekali daripada berusaha bertahan namun dengan standard buruk.

Tetapi solusi lain, ya kembali ke sponsor, seperti yang dilakukan oleh dewan kota Luton, salah satu kota tempat bandara yang menghubungkan penerbangan ke kota-kota di Eropa daratan.

Menyalakan lampu paling tidak akan menelan biaya sekitar £15.000, bagi dewan kota Luton, dan biaya sebesar itu tahun ini akan ditanggung oleh perusahaan penerbangan EasyJet.

Sementara untuk di Regent Street, dana diserahkan ke sponsor, perusahaan film DreamWorks.

Di balik berbagai upaya untuk mempertahankan tradisi dekorasi lampu ini, saya termasuk yang selalu menantikan dan menikmati indahnya hiasan lampu ini, paling tidak di jalan yang hampir setiap hari saya lewati, Regent Street.