Pendatang dan pengusaha di Inggris

  • 6 Maret 2014
Toko India di London
Image caption Satu dari tujuh perusahaan di Inggris Raya didirikan oleh warga pendatang.

Apakah kaum pendatang mengambil lapangan kerja untuk warga setempat atau tidak?

Pertanyaan itu biasanya ramai muncul di Inggris menjelang pemilihan umum dan lebih sebagai alat politik untuk meraih pendukung, jadi bukan untuk mencari jawaban sebenarnya.

Ketika ekor-ekor krisis ekonomi masih membayang-bayangi, politikus sayap kanan sering menuding para pendatang mencuri pekerjaan dan kebijakan menentang imigrasi akan -mereka harapkan- bisa membuat warga Inggris mendukungnya.

Umumnya, sasaran politisi sayap kanan itu adalah kaum kelas bawah yang mungkin selalu berada dalam kekhawatiran kehilangan pekerjaan.

Pengalaman mengamati beberapa pemilihan umum di Inggris sejak tahun 1997 lalu, meyakinkan saya bahwa imigrasi selalu muncul sebagai salah satu isu kampanye.

Selain dianggap mengambil pekerjaan, kaum pendatang juga dituding oleh para politisi sayap kanan dan pengikutnya- menjadi beban pemerintah karena menggunakan layanan kesehatan maupun pendidikan dasar serta menengah yang gratis.

Pernyataan Powell

Image caption Enoch Powell terkenal dengan pidatonya yang menentang imigrasi ke Inggris.

Bahkan ditarik mundur ke 30-an tahun belakang, sudah ada politisi yang secara terbuka menentang imigrasi.

Enoch Powell, anggota parlemen dari Partai Konservatif, hingga kini dikenang dengan pidatonya tahun 1968 yang dijuluki sebagai Rivers of Blood atau Sungai Darah yang mengecam arus masuk pendatang ke Inggris.

Saya tidak membaca lengkap pidatonya, tapi salah satu poinnya adalah masuknya para pendatang akan menjadi beban bagi pemerintah Inggris dan perjalanan waktu akan membuat pendatang bisa lebih banyak dari warga kulit putih asli.

"Kita pastilah gila, benar-benar gila, karena sebagai bangsa membiarkan masuknya sekitar 50.000 pendatang yang tergantung setiap tahunnya...," begitulah kira-kira cuplikan pidatonya.

Saya tidak tahu persis apakah Powell yang pertama kali mengungkapkan pernyataan politik yang antipendatang, tapi jelas Powell bisa dibilang yang paling tersohor dalam menentang imigrasi.

Menciptakan lapangan kerja

Image caption Inggris merupakan salah satu tujuan populer di kalangan kaum pendatang.

Tapi apakah kaum pendatang memang mengambil lapangan kerja untuk warga setempat?

Saya tidak tahu jawabannya dan sebenarnya saya tidak mau tahu juga. Biarlah itu urusan politisi, pemerintah, dan ahli ekonomi.

Cuma berita di koran ekonomi gratis City A.M, Rabu (05/03), cukup menghentak juga.

Sebuah penelitian dari Pusat Wirausaha dan perusahaan teknologi Duedil, memperlihatkan bahwa satu dari tujuh perusahaan di Inggris Raya didirikan warga pendatang.

Sebagai pendiri perusahaan tentu saja mereka menciptakan lapangan kerja, yaitu sebesar 14% dari total lapangan kerja -angka yang cukup mengesankan juga.

Kaum pendatang yang berusaha itu berasal antara lain dari Irlandia yang berada di puncak dengan India, Cina, Pakistan, dan Nigeria yang antara lain masuk dalam 10 besar.

Laporan itu juga menyayangkan adanya perbedaan antara pendapat dan kenyataan selama ini.

"Imigrasi merupakan salah satu topik perdebatan yang paling emosional di Inggris. Sayangnya, pendapat jarang sekali mendapat informasi yang sesuai bukti," seperti tertulis di berita itu.

Inggris paling lambat harus menggelar pemilu pada pertengahan 2015, dan saya sungguh berharap semoga para politisi membacara laporan itu sebelum bercuap-cuap tentang imigrasi.