Tidak lagi 'golput' di pilpres

Kotak suara Hak atas foto AP
Image caption Pemilih di luar negeri dapat menyalurkan suara antara lain lewat undi pos.

Sekelompok pekerja domestik asal Indonesia menyodorkan telepon genggam yang layarnya tertera foto contoh kertas suara berisi empat gambar, dua calon presiden dan dua calon wakil presiden.

Dengan antusias mereka menanyakan bagaimana mencoblos yang benar, meskipun di laman akun Facebook yang sedang dibuka itu sudah tertera petunjuk-petunjuk mencoblos yang benar dan yang salah.

Para pekerja domestik tersebut adalah sebagian dari lebih dari 1.000 warga negara Indonesia di Inggris yang berhak menyalurkan suara dalam pemilihan presiden.

Banyak dari mereka sebenarnya harus masuk kerja pada Sabtu (05/07) ketika Panitia Pemilihan Luar Negeri di London menggelar pemungutan suara di TPS, tetapi mereka memutuskan untuk menggeser hari libur atau bahkan mengambil cuti.

Tujuannya hanya satu, ikut menentukan siapa yang berhak menjadi nakhoda Republik Indonesia untuk periode lima tahun mendatang.

Gunakan hak suara

Sebenarnya panitia menyediakan mekanisme memilih melalui pos, tetapi seperti yang dikatakan oleh salah satu dari tenaga kerja migran itu, datang langsung ke TPS agar lebih "mantap".

Mereka mengaku lebih paham tentang pemilihan presiden dibanding pemilihan legislatif lalu. Salah satu alasannya, sosok yang akan dipilih jelas karena jumlahnya tidak banyak.

Bila dalam pemilihan legislatif, mereka mengaku "golput" maka dalam pemilihan presiden kali ini mereka akan menggunakan hak suara mereka.

Lalu siapa pemimpin idaman mereka?

Ada yang menyebut Prabowo Subianto karena dianggap tegas dan cerdas. Ada pula yang mengaku akan menjatuhkan pilihan pada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla karena sosok Jokowi dianggap jujur, bersih, lagi pula dekat dengan rakyat.

Namun mereka agaknya belum mempunyai ukuran jelas mengenai sosok seperti apa yang disebut tegas atau figur yang dekat dengan rakyat. Apakah ketegasannya hanya dilihat dari kekuatan fisik dan orasi tanpa mengedepankan keteguhan prinsip?

Apakah kedekatan dengan rakyat hanya dilihat dari kuantitas berdialog dengan warga tanpa memahami persoalan akar rumput dan kemudian menyelesaikannya?

Pemilih yang menentukan. Dan saya, seperti para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di London tadi, akan mencoblos kertas suara dalam pemilihan presiden ini, meskipun hanya mencoblos lewat pos.