Trump: Clinton akan memicu Perang Dunia Ketiga di Suriah

Donald Trump Hak atas foto AP
Image caption Donald Trump berpidato kepada pegawainya di Trump National Doral di Miami

Kandidat presiden Amerika dari Partai Republik, Donald Trump, menyebut kebijakan luar negeri Hillary Clinton di Suriah, akan memicu Perang Dunia Ketiga.

Trump mengungkapkan Amerika seharusnya fokus untuk membasmi kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS, bukannya mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur.

Clinton baru saja mengusulkan zona larangan terbang internasional di udara Suriah, yang menurut sejumlah pihak akan mendorong ketegangan dengan Rusia dan pesawat jetnya.

"Kalau begini, kita tidak lagi hanya berhadapan dengan Suriah saja, tetapi kita akan melawan Suriah, Rusia dan Iran, kan?" tutur Trump.

"Apalagi Rusia adalah negara yang memiliki tenaga nuklir."

Image caption Clinton, Trump dan berbagai pimpinan Dunia

Trump juga menyebut Clinton tidak akan bisa bernegosiasi terkait berbagai hal dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah Clinton mengkritisi Putin, "membuatnya terlihat seperti setan," di berbagai debat Capres.

'Membunuh banyak warga Suriah'

Peringatan Trump itu sebenarnya sejalan dengan kekhawatiran yang diungkapkan pejabat tinggi militer Amerika saat melaksanakan rapat dengar pendapat dengan Kongres, bulan lalu.

Jenderal Joseph Dunford dari angkatan laut mengungkapkan kepada senat bahwa zona larangan terbang bisa diartikan perang dengan Rusia.

"Sekarang jika kita mengontrol seluruh udara Suriah, berarti kita harus berperang melawan Suriah dan Rusia," ungkap Jenderal Dunford.

"Itu akan menjadi salah satu keputusan besar, yang saya sendiri tidak akan ambil."

Pada debat kandidat terakhir di Nevada, 20 Oktober lalu, Clinton memperlihatkan dukungannya terhadap kebijakan itu.

Hak atas foto AP
Image caption Pejabat tinggi militer Amerika menentang zona larangan terbang di Suriah.

"Zona larangan terbang akan menyelamatkan ratusan dan ribuan nyawa, serta bisa mendorong berakhirnya konflik di Suriah," tutur Clinton kala itu.

Pernyataan Clinton bertentangan dengan pidatonya pada 2013 lalu yang menyebut zona larangan terbang akan "membunuh banyak warga Suriah," ungkap transkrip yang dibocorkan Wikileaks.

Kebijakan yang didukung Clinton ini akan membuatnya berseberangan dengan Presiden Barack Obama. Selain itu ini akan semakin memperdalam keterlibatan Amerika pada konflik Suriah.

Topik terkait