Intelijen AS: Perlucutan nuklir Korut 'kecil kemungkinannya'

Hak atas foto AP
Image caption Korut sudah melakukan uji coba nuklir yang kelima dan yang terbesar sejauh ini.

Kebijakan Amerika Serikat untuk membujuk Korea Utara agar mengabaikan program senjata nuklirnya mungkin 'tidak berhasil', menurut direktur intelijen nasional AS.

Dalam pidatonya di New York, James Clapper mengatakan hal yang paling bisa diharapkan AS adalah pembatasan kemampuan nuklir Korut.

Pernyataan tersebut merupakan pengakuan yang jarang dilakukan, bahwa upaya denuklirisasi jangka panjang yang ditempuh Washington mungkin tidak tercapai.

Bagaimanapun Departemen Luar Negeri AS menegaskan kebijakan mereka tidak berubah.

Korea Utara mengatakan sudah mencapai kemajuan besar dalam program nuklir dan roket dalam beberapa tahun belakangan walau upaya itu dikecam dunia internasional, yang menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Pyongyang.

Hak atas foto Reuters
Image caption Gambar satelit yang memperlihatkan lokasi uji coba nuklir Korut, Punggye-Ri.

Bulan September, negara itu menyatakan melakukan uji coba nuklir kelima dan sekaligus yang terbesar.

Rangsangan ekonomi

Dalam sebuah acara di lembaga pengkajian Dewan Hubungan Luar Negeri di New York, Clapper juga menyebut pemerintah Korea Utara sebagai 'paranoid' dan melihat senjata nuklir sebagai 'karcis untuk bisa selamat'.

"Jadi gagasan agar mereka menghentikan kemampuan nuklirnya, apa pun itu, tidak berguna."

Dia berpendapat tawaran rangsangan ekonomi kepada pemimpin Korut, Kim Jong-un, agar membatasi kemampuan nuklirnya mungkin akan lebih baik.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan tetap berupaya untuk menghidupkan kembali perundingan enam pihak tentang nuklir Korea Utara, yang terhenti setelah Pyongyang mundur tahun 2009.

Amerika Serikat akan menempatkan sistem pertahanan rudal yang disebut Terminal High Altitude Area Defense, THAAD, di Korea Selatan walau ditentang oleh Cina dan Korea Utara.

Pemerintah Washington dan Seoul menegaskan tujuannya semata-mata untuk mempertahankan diri dari ancaman Korut.

Berita terkait