Seorang petugas polisi tewas tertembak dalam aksi anti Presiden Maduro di Venezuela

Seorang perempuan pengunjuk rasa Venezuela berteriak Hak atas foto EPA
Image caption Para pengunjuk rasa menuding pemerintah Presiden Maduro membawa Venezuela kepada kebangkrutan.

Seorang petugas polisi tewas tertembak dan sejumlah orang terluka dalam unjuk rasa anti pemerintah Presiden Maduro di berbagai kota di Venezuela

Setidaknya 20 orang terluka dan 80 orang ditahan di berbagai pelosok Venezuela, lapor lembaga pemantau HAM setempat.

Gambar yang beredar di media sosial menunjukan orang-orang yang menderita luka-luka di berbagai tempat. Laporan menyebut setidaknya tiga orang tertembak.

Ratusan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes pemerintah Presiden Nicolas Maduro.

Di negara bagian Miranda, seorang petugas polisi tewas dan dua lainnya luka-luka, kata pemerintah. Mereka menyalahkan para aktivis oposisi dalam kasus kematian itu.

Negara bagian ini dipimpin oleh gubernur Henrique Capriles yang merupakan seorang pemimpin oposisi. Polisi mengkonfirmasi kematian itu namun tidak menyalahkan pengunjuk rasa.

Hak atas foto AP
Image caption Kaum oposisi berunjuk rasa setiap pekan, namun kali ini diyakini melibatkan masa paling besar

Demonstrasi massa marak sesudah ditundanya proses referendum - yang dimaksudkan untuk mencabut kekuasaan Presiden Maduro.

Aktivis oposisi mengumpulkan sekitar 1,8 juta tanda tangan untuk petisi yang menyerukan dilanjutkannya referendum, dan 400.000 tandatangan itu telah divalidasi oleh otoritas pemilu.

Namun proses dihentikan pekan lalu setelah para pejabat menuding proses pengumpulan tanda tangan diwarnai oleh kecurangan.

Para pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan di seluruh negeri, khususnya di kota San Cristobal dan Maracaibo.

Oposisi menuduh bahwa Presiden Maduro, seorang mantan sopir bus dan pemimpin serikat buruh, membawa ekonomi Venezuela pada kebangkrutan. Negara kaya minyak itu menghadapi kekurangan pangan yang meluas dan inflasi yang sangat tinggi.

Di pihak lain, Maduro menuduh oposisi terkait dengan kekuatan asing, khususnya AS, untuk menggulingkannya demi "mencengkeramkan tangan mereka pada kekayaan minyak Venezuela".

Topik terkait