Kubu Clinton mengecam FBI terkait penyelidikan email

Hillary Clinton berbicara dalam kampanye di Florida Hak atas foto Getty Images
Image caption Hillary Clinton menyebut langkah FBI tersebut "tak pernah terjadi sebelumnya" dan "sangat mengkhawatirkan"

Tim kampanye Hillary Clinton menantang keputusan FBI untuk memberitahu legislator AS terhadap penyelidikan baru mereka terkait penggunaan email capres Partai Demokrat tersebut.

Direktur FBI James Comey memberitahu Kongres akan langkah FBI tersebut dalam sebuah surat pada Jumat (28/10), 11 hari sebelum pemilu.

Pada pendukungnya, Clinton mengatakan bahwa tindakan FBI tersebut "tak pernah terjadi sebelumnya" dan "sangat mengkhawatirkan".

Namun capres Partai Republik Donald Trump memuji langkah biro tersebut.

Dalam suratnya pada Kongres, Comey mengatakan bahwa FBI menemukan email-email baru yang mungkin "penting" terkait penyelidikan mereka sebelumnya mengenai penggunaan server pribadi Hillary Clinton saat dia menjabat Menteri Luar Negeri dalam kabinet Obama.

Comey membela langkah tersebut dan berkeras bahwa menyembunyikan penyelidikan ini dari publik akan "menyesatkan" dan berisiko "salah paham", mengingat FBI belum mengetahui pentingnya email-email yang baru ditemukan tersebut.

Pada pendukungnya di Florida pada Sabtu, Clinton mengatakan, "Ini bukan hanya aneh, ini tak pernah terjadi sebelumnya. Dan ini sangat mengkhawatirkan karena pemilih berhak untuk mendapat fakta yang penuh dan lengkap. Jadi kami meminta Direktur Comey untuk menjelaskan langsung semuanya, membuka semuanya."

Comey sudah mendapat kritik keras dari pendukung Clinton atas keputusannya membuka informasi ini kepada publik dalam waktu yang berdekatan dengan pemungutan suara.

Hak atas foto AP
Image caption Namun rivalnya Donald Trump mengatakan isu ini adalah skandal politik terbesar AS sejak Watergate

Dalam memo, Comey mengakui bahwa "biasanya kami tidak memberitahu Kongres tentang penyelidikan yang berlangsung". Namun dia merasa "berkewajiban" untuk melakukannya karena sebelumnya memberi kesaksian pada Kongres AS bahwa penyelidikan FBI sudah selesai.

Ketua tim kampanye Clinton John Podesta mengatakan informasi yang diberikan oleh Comey "penuh dengan innuendo" dan "sedikit fakta".

Menurutnya, "Tak ada bukti kesalahan. Tak ada tuntutan atas kesalahan. Bahkan tak ada indikasi ini soal Hillary."

Email eksplisit

Sementara Trump mengatakan bahwa isu ini adalah skandal politik terbesar AS sejak Watergate, yang menjatuhkan Presiden Richard Nixon.

Dalam kampanye di Colorado pada Sabtu, dia mengatakan, "Aksi kriminal (Hillary) diniatkan, sengaja, dimaksudkan dan punya tujuan. Hillary menggunakan server ilegal untuk tujuan yang jelas menutupi aksi ilegalnya dari keterbukaan dan paparan publik."

FBI sudah menetapkan bahwa Clinton menyimpan informasi rahasia di server email privat.

Juli lalu, Comey mengatakan bahwa cara Clinton menangani materi sensitif saat menjadi Menteri Luar Negeri "sangat ceroboh", namun Clinton bebas dari tuduhan kriminal.

Email terbaru ini ditemukan dalam penyelidikan lain terkait mantan suami asisten Clinton, Huma Abedin.

Gawai milik Abedin dan Anthony Weiner, seorang mantan anggota Kongres, disita dalam penyelidikan untuk mengetahui apakah dia mengirimkan email yang eksplisit secara seksual pada remaja usia 15 tahun di North Carolina.

Penyelidik kini tengah melihat dokumen-dokumen tersebut untuk memastikan apakah ada informasi rahasia di dalamnya.

Berita terkait