Sidang atas politisi Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders, dimulai

Geert Wilders Hak atas foto AP/Peter Dejong
Image caption Geert Wilders pernah menyerukan penutupan semua masjid di Belanda.

Politisi Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders, mulai diadili di Schipol dengan dakwaan memicu kebencian rasial.

Dakwaan atasnya bersumber dari sebuah pawai tahun 2014, terkait dengan pernyataan yang menginginkan 'orang Maroko yang lebih sedikit' di Belanda.

Pemimpin Partai Kebebasan Belanda, PVV, ini menolak hadir di sidang Senin (31/10), yang menurutnya merupakan pengadilan politik.

Dia berulang kali mengkritik Islam, menyerukan agar Alquran dilarang dan agar semua masjid di Belanda ditutup.

Jaksa mengatkan bahwa dalam pawai PVV tahun 2014, dia bertanya apakah mereka ingin 'lebih sedikit atau lebih banyak orang Maroko' di Belanda.

Ketika para pendukung partai membalas dengan memekik 'lebih sedikit', dia kemudian menanggapi, "Kita akan mengaturnya."

Hak atas foto EPA/REMKO DE WAAL
Image caption Sebelumnya Wilders pernah bebas dari dakwaan mendorong kebencian atas umat Islam.

Diancam satu tahun penjara

Pengadilan atasnya berlangsung ketika jajak pendapat memperlihatkan kinerja partainya yang meningkat menjelang pemilihan parlemen, Maret tahun depan.

Jajak tersebut memperlihatkan PVV bersaing ketat dengan VVD pimpinan Perdana Menteri, Mark Rutte, dengan masing-masing diperkirakan meraih 25 hingga 29 kursi dari total 150 kursi parlemen.

Tahun 2011 lalu, Wilders dinyatakan bebas dari dakwaan mendorong kebencian terhadap umat Islam.

Hakim membuka sidang tanpa kehadiran Wilders dengan mengatakan mengambil pernyataan yang dibuatnya di media sosial beberapa waktu belakangan.

Willders bisa dipaksa untuk hadir ke pengadilan dan jika terbukti bersalah akan diancam dengan hukuman maksimal satu tahun penjara.

Pengadilan atasnya ini diperkirakan berlangsung selama tiga pekan dan vonis akan disampaikan pada bulan Desember.

Topik terkait

Berita terkait